
Geriatri.id - Pandemi Covid-19 tidak hanya membawa ancaman kesehatan secara fisik, melainkan juga kejiwaan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, mengutip Sekjen PBB Antonio Guitterez, mengatakan, meningkatnya tekanan sosial akibat pandemi Covid-19 telah menyebabkan meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada perempuan dan anak-anak.
Di Indonesia, ancaman tekanan psikologi dibuktikan dengan banyaknya jumlah aduan kekerasan dalam rumah tangga yang dilaporkan berdasarkan data dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan Sosial (LBH APIK).
Berdasarkan data LBH APIK, dari 19 Maret hingga 30 Maret 2020, terdapat 59 kasus kekerasan, perkosaan, pelecehan seksual, dan online pornografi.
Di antara kasus-kasus tersebut, 17 di antaranya adalah kasus KDRT.
Karena itulah, pada Rabu (29/4) kemarin, Kantor Staf Presiden meluncurkan platform layanan masyarakat untuk kesehatan jiwa atau Sejiwa.
"Tidaklah heran pada suatu kesempatan, laporan penanganan gugus tugas pandemi Covid-19 menyampaikan bahwa persoalan Covid, 20% adalah persoalan kesehatan, 80% adalah persoalan psikologi," kata Moeldoko, saat peluncuran Sejiwa yang dilakukan secara teleconference..
Mengapa demikian? Karena jika masyarakat tidak bisa menjaga psikologi mereka sendiri, maka ada kecenderungan imunitas tubuh akan menjadi menurun, yang pada akhirnya justru itulah yang menyebabkan seseorang menjadi terkena Covid-19 dan pada akhirnya menjadi lemah.
"Waspada sangat diperlukan, tetapi takut apalagi cemas dan stres, jangan sampai terjadi," tambah Moeldoko.
Moeldoko menegaskan, layanan psikologi nasional kepada masyarakat untuk kesehatan jiwa menjadi perlu ada. "Kita semuanya telah bisa menjabarkan apa yang disampaikan Pak Presiden.
Pelayanan ini sebagai bentuk nyata bahwa negara hadir, untuk menjaga warganya.
Salah satunya untuk menjaga kesehatan jiwa, melalui layanan konseling dan edukasi kepada masyarakat terdampak Covid-19," jelas Moeldoko.
Harapannya, kata Moeldoko, dengan nama Sejiwa ini, masyarakat Indonesia bisa memiliki satu jiwa dan semangat yang sama untuk saling bergotong royong satu sama lain, melawan pandemi Covid-19.
"Sehingga kolaborasi semacam ini antarlembaga pemerintah, antar masyarakat dan antar lembaga pemerintah dan masyarakat, bisa menjadi jembatan bagi selesainya Covid 19 ini," tambahnya.
Layanan sejiwa akan bisa diakses oleh siapapun, oleh masyarakat, melalui hotline 119 extension 8.***(mag)
Foto: Alur layanan Sejiwa (dok. ksp)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri