Geriatri.id--Umat Islam di seluruh dunia menjalani Ramadan 1441 Hijriah sekarang ini dengan kondisi yang berbeda dengan ramadan sebelumnya karena pandemi COVID-19.
Meski berada dalam kondisi pandemi COVID-19, berpuasa di bulan Ramadan tetap merupakan kewajiban bagi semua umat Islam. Tapi ada beberapa pengecualian sehingga orang dapat tidak berpuasa, seperti orang yang sedang sakit.
Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dalam keterangan tertulisnya, mengatakan bahwa ada kelompok pasien yang sangat tidak dianjurkan untuk berpuasa.
Berikut 11 kelompok pasien yang TIDAK dianjurkan berpuasa:
- Pasien yang sedang dalam perawatan di rumah sakit dan dalam keadaan diinfus, baik infus cairan maupun makanan, atau pasien yang sedang mendapatkan transfusi darah. “Tentu hal ini berlaku untuk pasien Covid-19 yang sedang dirawat,” ujar Prof. Ari.
- Mereka yang sedang mengalami infeksi akut seperti radang tenggorokan berat, demam tinggi, diare akut, pneumonia, infeksi saluran kencing, dan infeksi lain yang menyebabkan demam tinggi. Termasuk juga pasien Pasien Covid-19.
- Pasien panderita sakit migren atau vertigo. Kelompok pasien ini tidak dianjurkan berpuasa apabila kondisi sakitnya akan bertambah buruk jika pasien tidak makan atau minum obat.
- Kelompok pasien dengan gangguan pernapasan akut seperti asma akut, penyakit paru obstruksi kronis yang berat.
- Kelompok pasien jantung dengan gagal jantung. (Baca juga: Tips Puasa Penderita Jantung, Hipertensi dan Ginjal).
- Kelompok pasien keenam yang tidak dianjurkan puasa adalah pasien sakit maag yang sedang dalam keadaan akut, misal muntah-muntah dan nyeri hebat sampai keluar keringat dingin.
- Pasien kanker yang sedang dalam pengobatan atau belum diobati adalah pasien.
- Kelompok pasien dengan riwayat gangguan liver kronis lanjut seperti sirosis hepatis grade B atau C.
- Kelompok pasien dengan gagal ginjal kronis yang sedang menjalani cuci darah atau peritoneal dialisis.
- Pasien kencing manis yang gula darahnya belum terkontrol atau terkontrol namun membutuhkan insulin lebih dari 40 U per hari.
- Orang tua usia lanjut dengan menderita pikun (Alzhaimer), di mana sulit mengingat apakah sudah makan atau sudah minum.
Prof Ari mengatakan informasi ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi anggota keluarga pasien yang masuk pada kelompok yang tidak dianjurkan puasa ini untuk tidak berpuasa.
“Agar tidak mengalami gangguan kesehatan yang berat. Sebaiknya pada masyarakat yang tidak masuk kelompok tersebut dapat melaksanakan ibadah puasa Ramadan dengan sebaik-baiknya,” tutup Prof. Ari. (ymr)
*Foto dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB (dok UI)
lansia,geriatri,covid-19,virus corona,ramadan 2020,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia