Magnesium Bantu Cegah Patah Tulang pada Lansia


Berita Lansia - Kadar magnesium dalam tubuh yang rendah dapat meningkatkan risiko patah tulang pada lansia.

2019-04-02 07:30:48

Kadar magnesium dalam tubuh yang rendah dapat meningkatkan risiko patah tulang. Demikian sebaliknya, bila kadar magnesium tinggi, dapat mencegah patah tulang. Itulah hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Bristol di Inggris dan Universitas Finlandia Timur.

Hasil riset ini diterbitkan dalam European Journal of Epidemiology. Tim riset tersebut dipimpin oleh Dr. Setor Kunutsor, seorang Peneliti di Unit Riset Muskuloskeletal Universitas Bristol.

Fraktur atau patah tulang adalah salah satu penyebab masalah kesehatan yang paling dapat dicegah di kalangan lansia. Diperkirakan bahwa setiap tahun di Amerika Serikat, sekitar 6 juta orang mengalami patah tulang. Hampir 75 persen dari semua patah tulang pinggul, tulang belakang, dan lengan bawah terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas.

Nah, kalsium dan vitamin D keduanya telah terbukti berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Selain itu, beberapa penelitian sebelumnya menyarankan bahwa magnesium juga dapat meningkatkan kesehatan tulang, karena kekurangan magnesium dikaitkan dengan peningkatan risiko osteoporosis.

Magnesium adalah mineral penting, dan kadar magnesium rendah dapat menghambat vitamin D dan kalsium homeostasis dalam tulang. Penelitian baru ini khususnya menyelidiki efek magnesium pada patah tulang serta mempelajari hubungan antara magnesium dan patah tulang.

Penelitian ini didasarkan pada sampel populasi sebanyak 2.245 pria paruh baya, yang secara klinis dipantau selama 20 tahun. Selama waktu ini, para peneliti menemukan bahwa responden dengan kadar magnesium serum yang rendah memiliki risiko patah tulang yang jauh lebih tinggi. Kaitan itu lebih kuat untuk kasus patah tulang pinggul.

Pria dengan kadar magnesium yang lebih tinggi ternyata 44 persen lebih kecil risiko untuk mengalami patah tulang. Selain itu, selama masa tindak lanjut 20 tahun, tidak satu pun dari 22 pria yang memiliki kadar magnesium sangat tinggi mengalami patah tulang.

Kadar magnesium darah tinggi didefinisikan sebagai lebih dari 2,3 miligram per desiliter.

Studi yang sama menyelidiki hubungan antara magnesium dan patah tulang, tapi ternyata tidak menemukan hubungan. Menurut para peneliti, hasil ini konsisten dengan penelitian sebelumnya.

Meningkatkan asupan magnesium dari makanan dan air mungkin tidak secara otomatis meningkatkan kadar magnesium dalam darah. Terutama pada orang tua yang mengonsumsi obat-obatan tertentu atau yang memiliki gangguan pencernaan. Para peneliti menyarankan, sebagai gantinya, merawat kondisi ini terlebih dahulu dan mengonsumsi suplemen mungkin merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kadar magnesium dalam darah.

Peneliti utama Prof. Jari Laukkanen, dari University of Eastern Finland, menjelaskan, "Bukti keseluruhan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi magnesium serum dapat melindungi terhadap risiko patah tulang di masa depan. Namun, uji coba suplementasi magnesium yang dirancang dengan baik diperlukan untuk menyelidiki implikasi terapeutik potensial ini."

Para peneliti menggarisbawahi dampak temuan mereka pada kesehatan masyarakat dan mencatat bahwa sebagian besar lansia dan orang paruh baya yang berisiko lebih tinggi mengalami patah tulang juga memiliki kadar magnesium yang rendah.

Kekurangan magnesium ini sulit diidentifikasi karena tidak menimbulkan gejala dan tenaga medis tidak menguji kekurangan magnesium sebagai masalah rutin. Namun, temuan ini diharapkan akan mendorong inisiatif kesehatan masyarakat untuk memasukkan magnesium dalam tes darah rutin, terutama untuk lansia. (hil)

Referensi: medicalnewstoday.com

 

 

geriatri,fkui,lansia,lanjut usia,usia lanjut,magnesium,patah tulang,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026