
Geriatri.id - Banyak pertanyaan yang dilontarkan masyarakat seputar pandemi Covid-19. Kebanyakan pertanyaan dilontarkan karena ketidaktahuan masyarakat terhadap pandemi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 ini.
dr. Syahrizal, Sp.PD menjawab tuntas berbagai pertanyaan dari masyarakat awam tersebut dalam webinar bertajuk "Kupas Tuntas Covid-19" belum lama ini. Apa saja pertanyaan yang diajukan masyarakat? Berikut tanya-jawab seputar Covid-19:
Jenis bahan apa saja yang baik untuk masker?
Di bawah masker bedah, bahan yang lebih baik adalah filter vacuum cleaner, lalu serbet makan kotak-kotak.
Berapa lama virus corona bisa bertahan setelah disemprot disinfektan?
Kalau disemprot disinfektan langsung mati
Banyak klaster perumahan memberlakukan penyemprotan disinfektan di gerbang masuk. Seberapa bahaya semprotan disinfektan bagi tubuh?
WHO tidak menganjurkan. Kita tahu virus mati karena sabun dan alkohol. Jadi kalau pulang, kita mandi pakai sabun. Dengan mandi, pakai sabun, virus yang terlanjur ada di badan kita, rambut kita, tubuh kita, langsung mati. Disinfektan bukan untuk kulit tapi untuk permukaan benda mati.
Vaksin Covid-19 belum ditemukan, tetapi Alhamdulillah ada pasien yang sembuh. Sebenarnya apa saja yang dilakukan dokter di ruang isolasi untuk menunjang kesembuhan pasien?
Pasien dirawat, diberikan terapi yang sifatnya suportif. Diberikan cairan, pelega saluran nafas, diberikan oksigen, imunomodulator (zat yang dapat memodulasi/mengubah atau memengaruhi sistem imun tubuh menjadi ke arah normal), vitamin C, vitamin D, dan antibiotik kalau ada infeksi bakteri. Kalau ada pasien Covid-19 kita ikuti riwayat perjalanan penyakitnya saja.
Apakah yang sekarang sedang dilakukan, misalnya pengambilan plasma darah pasien positif Covid-19 bisa mengatasi Covid?
Mudah-mudahan bisa. Jadi imunoglobulin pasien yang positif, diambil dan didonorkan. Kalau secara teori bisa. Ini masih di level penelitian. Inikan outbreak, jadi tidak berlaku uji klinis penelitian sebelum terjadi wabah. Jadi mudah-mudahan ada shortcut supaya lebih cepat. Tentu ethical clearance-nya akan berbeda.
Apa yang menyebabkan tenaga medis yang mengenakan APD (alat perlindungan diri) lengkap banyak tertular Covid?
mungkin kelelahan, daya tahan tubuhnya kurang baik. Seperti flu, hanya menyerang orang yang kelelahan, kurang istirahat. Kalau di dalam, pas sudah pakai APD lengkap Insyaallah aman. Tetapi di luar kan ada Covid, orang yang asimptomatik tanpa gejala, kalau kebetulan di luar nggak pakai masker dan kelelahan, mudah ketularan.
Apakah hewan bisa menjadi carrier untuk Covid?
Saya belum tahu.
Mengapa orang yang perokok lebih rentan terkena Covid?
Karena modal paru-parunya perokok sudah nggak sehat. Kan di paru-paru ada silia, bulu-bulu halus yang kerjanya mendorong benda asing di saluran nafas. Kalau pada perokok, Covid-nya tambah terdorong ke dalam
Sekarang banyak OTG (orang tanpa gejala) pulang kampung lalu diisolasi, setelah diisolasi mandiri 14 hari apakah efektif mencegah?
Sekarang kebanyakan OTG banyak pulang kampung, sarannya sebenarnya kan jangan pulang kampung. Tetapi kalau sudah terlanjur di sana, ya apalagi dari Jakarta, red zone, diisolasi minimal 14 hari. Kalau selama isolasi muncul gejala, bukan ODP lagi tapi PDP langsung di-swab. Sepertinya nggak perlu di-rapid test lagi kalau begitu. (mag)
foto: ilustrasi virus corona (pixabay)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri