Hubungan Covid-19 dengan Curcumin dan Reseptor ACE


Berita Lansia - Dok, bagaimana hubungan antara covid-19 dengan curcumin, biocurcumin, dan reseptor ACE? Apakah penderita hipertensi yang mengonsumsi ACE inhibitor disarankan untuk mengganti obat?

2020-04-20 13:33:59

Oleh : dr. Rensa Sp.PD-KGER, FINASIM

Dok, bagaimana hubungan antara covid-19 dengan curcumin, biocurcumin, dan reseptor ACE? Apakah penderita hipertensi yang mengonsumsi ACE inhibitor disarankan untuk mengganti obat? Apakah lebih rentan covid-19 jika tidak mengganti obatnya?

Jawab:

Lansia dikatakan populasi yang rentan terkena infeksi virus Covid 19 apalagi yang dengan penyakit penyerta.karena pada dasarnya Lansia telah mengalami perubahan Sistem kekebalan tubuh.

Fakultas Biologi Intitut Teknologi Bandung menyatakan bahwa berdasarkan kajian dari artikel yang terbit di sebuah jurnal ilmiah, konsumsi kunyit dan temulawak akan meningkatkan kerentanan tubuh terhadap Covid-19. Curcumin dalam rimpang kunyit dan temulawak disebutkan mampu meningkatkan ekspresi enzim ACE2 (Angiotensin-converting-enzyme2) yang merupakan reseptor dari Covid-19

Namun demikian, hal ini belum berdasarkan kajian ilmiah yang menyeluruh. Penggunaan kunyit dan temulawak dalam ranah preventif untuk mencegah terjangkitnya covid-19 justru sangat relevan berdasarkan pada beberapa penelitian yang terbukti memiliki efek immunomodulator.

Virus Covid-19 (namaya SARS COV-2) masuk melalui reseptor ACE-2 yang diekspresikan di berbagai sel tubuh manusia. Sebenarnya sejauh ini rekomendasi dari beberapa perhimpunan ahli hipertensi masih menyebutkan bahwa pasien-pasien yang rutin mengonsumsi ACE-i/ ARB tetap dilanjutkan saja, tidak perlu mengganti obatnya terkait pandemi COVID-19 ini.

Saya mau tambahkan sedikit tentang peran imunomodulator, rekomendasi terakhir tetap tidak disarankan untuk dikonsumsi rutin, jadi konsumsilah saat daya tahan tubuh kita sedang lemah atau sedang sakit.

Untuk sehari-hari dan pencegahan, lebih baik kita mengonsumsi vitamin dan mineral terutama pada lansia yang misalnya giginya sudah bermasalah, atau nafsu makannya sudah berkurang, dan pilihan terhadap makanan tertentu saja.

Vitamin yang dianjurkan berkaitan dengan infeksi virus ini adalah vitamin C, vitamin D, zink, dan zat besi pada mereka yang kekurangan zat besi. (hil)

Foto: freepik.com

geriatri,lansia,lanjutusia,curcumin,virus,corona,covid19,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026