
Geriatri.id - Saat ini melalui berbagai media, pemberitaan mengenai pandemi COVID-19 nyaris tak pernah berhenti. Tidak sedikit masyarakat yang merasa stres akibat derasnya arus informasi tersebut.
Achmad Sajudin, misalnya, seorang lansia yang bertempat tinggal di Depok, Jawa Barat, mengaku sering gelisah setiap kali menonton televisi yang mewartakan perkembangan wabah virus corona di tanah air.
Hal itu diungkapkan anaknya, Andi, saat mengikut program #LansiaOnline kelas khusus lansia yang diadakan oleh Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) bersama geriatri.id hari Senin (15/4/2020). Dalam sesi tanya jawab itu ia menyebut sang ayah yang telah berusia 84 tahun itu memiliki psikosomatik, yakni suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh, hingga memicu munculnya keluhan fisik.
“Bapak saya terlihat tegang kalau nonton berita-berita corona di TV. Pernah, tetangganya di depan rumah batuk-batuk selama 2 hari, bapak saya langsung ngerasa takut. Bagaimana ya, Dok, supaya bapak saya tidak stress atau cemas?” tanya Andi.
Dalam tanggapannya, dr. Ika Fitriana, S.Pd., menekankan pentingnya anggota keluarga mendampingi dan membantu orangtua mereka dalam mengatasi kecemasan semacam itu.
“Iya, betul, banyak sekali dari kita yang mengalami kecemasan ini. Tapi, sebenarnya kita bisa mengurangi kecemasan pada orangtua kita dengan cara sebagai berikut:
“Pertama, ingatlah bahwa meskipun kita atau orangtua kita ada di rumah, tetapi mereka tetap bisa mengakses informasi. Jadi, pilihlah informasi-informasi yang positif dan saringlah dengan mendampingi mereka saat mendengar berita tersebut. Kita imbangi dengan berita positif dan tekankan bahwa virus ini bisa dicegah dan kita bisa menghindarinya,” tutur dokter spesialis penyakit dalam yang sehari-hari bertugas di RSCM dan RS Hermina, Bekasi, tersebut.
"Kedua, selama kita physical distancing kita tidak akan tertular karena kita tidak bersentuhan dengan tetangga kita itu dan tidak kontak dekat juga. Virus ini hanya bisa menyebar sejauh satu meter sesuai dengan kemampuan terbang percikan ludah yang keluar dari mulut kita. Selama kita tidak pegang-pegang permukaan yang sudah dipegang sebelumnya oleh orang yang terinfeksi, tidak perlu khawatir. Jadi, imbangi informasi negatif dengan informasi positif dan intinya virus ini bisa dicegah.
Dr. Ika juga menambahkan, kecemasan para lansia karena terlalu banyak memikirkan pandemi COVID-19, bisa dikurangi melalui aktivitas-aktivitas fisik.
"Misalnya, tambahkan jadwal olahraga di rumah atau melakukan hal-hal yang jadi hobi mereka. Biasanya lansia juga senang banget kumpul-kumpul atau ngobrol-ngobrol. Coba deh ajarin mereka cara pakai gadget. Siapa tahu lewat handphone mereka tetap bisa kumpul-kumpul dengan lansia/tetangga tanpa harus kontak atau bersentuhan langsung,” ujarnya. (a2s)
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri