Tanya Dokter Seputar Masalah Kesehatan Lansia


Berita Lansia - Anda sedang sakit? Coba periksakan ke dokter. Anda tidak sakit? Silakan bertanya sebanyak-banyaknya kepada dokter, supaya tidak gampang sakit.

2020-04-16 12:52:26

Geriatri.id - Anda sedang sakit? Coba periksakan ke dokter. Anda tidak sakit? Silakan bertanya sebanyak-banyaknya kepada dokter supaya tidak gampang sakit.

Interaksi Itulah yang dilakukan Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) bersama geriatri.id dan rawat.id saat menggelar #LansiaOnline kelas khusus lansia pada Senin (15/4/2020) kemarin.

Selama kurang lebih satu jam, melalui grup Whatsapp, para peserta --bisa lansia, atau pendamping lansia-- yang telah terdaftar, terlibat dalam diskusi langsung mengenai Kesehatan, khususnya di tengah wabah COVID-19 yang sedang melanda dunia.

Berikut ini petikan interaksi yang terjadi dalam kelas online tersebut, yang dipandu oleh dr. Ika Fitriana Sp.PD., yang sehari-harinya bertugas di RSCM dan RS Hermina, Bekasi:

Peserta: “Saya ibu Nelly, 68 tahun. Bagaimana penularan (COVID-1) melalui hewan peliharaan seperti anjing atau kucing, Dok?”.

Dr. Ika: “Baik ibu Nelly, sebelumnya saya senang sekali ibu masih aktif ya untuk belajar kesehatan. Penelitian selama ini menunjukkan bahwa virus ini awalnya berasal dari kelelawar (mamalia) ke manusia, dan ada beberapa kasus yang memang dari hewan ke manusia atau ke hewan lain. Jadi, bisa tertular selama mereka memiliki sel yang sama seperti manusia (dalam hal ini mamalia).

Akan tetapi, hewan peliharaan ini tentu mendapat penularan dari kita yang banyak jalan dan kontak dengan orang lain. Pada intinya tetap kita harus melakukan pencegahan sebelum masuk rumah.

Ibu Nelly tidak perlu khawatir jika kita punya hewan peliharaan, kalau kita sendiri menjaga diri sebaik-baiknya agar tidak tertular dari orang lain.”

 

Peserta: “Saya Tumpak, Jam berapa sebaiknya berjemur ya, Dok?”

Dr. Ika:  “Halo Pak Ttumpak, karena kita negara yang kaya akan matahari, kita harus berhati-hati jangan sampai kulit kita pun terbakar karena sinar matahari, tapi jangan sampai kita juga kekurangan.

Untuk negara tropis seperti kita dan kulit kita yang rerata sawo matang atau kuning, jam 9-10 pagi adalah waktu yang menurut ahli paling tepat. Lakukan secara bertahap ya, Pak, agar kulit tidak terbakar. Awalnya 10 menit dahulu, lanjut 15 menit. Bagi yang kulitnya lebih gelap bisa lebih lama. Dikatakan 15 menit saja sebenarnya sudah cukup.

Untuk lansia agar mendapatkan sinar UV yang tepat. Kenapa sih kita harus berjemur? Pertama, berjemur akan membuat kita menjadi lebih segar karena terpaan cahaya terbuka. Kedua, sinar UV kaya akan vitamin D yang ternyata baik untuk sistem daya tahan tubuh kita. Penelitian menyebutkan, orang yang kekurangan vitamin D mudah sakit infeksi pernapasan.

Oiya, untuk berjemur sebenarnya cukup paparan sebagian kulit saja tidak apa, tidak mesti seluruh tubuh ya, Pak.”

 

Peserta: “Pagi dr.Ika, saya Ibu Eva. Mau tanya, apakah kita (semua usia) perlu minum "imboost" tiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh?

dr. Ika: “Baik bu eva, sebenarnya tidak disarankan untuk mengonsumsi obat-obat yang disebut "imunomodulator" seperti ini secara rutin. Jadi, konsumsilah hanya saat daya tahan tubuh kita sedang lemah atau sedang sakit.

Untuk sehari-hari dan pencegahan, lebih baik kita mengonsumsi vitamin dan mineral terutama pada lansia yang misalnya giginya sudah bermasalah, atau nafsu makannya sudah berkurang, dan pilihan terhadap makanan tertentu saja. Vitamin yang dianjurkan berkaitan dengan infeksi virus adalah vitamin C, vitamin D, zink, dan zat besi pada mereka yang kekurangan zat besi.

Satu lagi, kalangan lansia juga sering mengalami kekurangan vitamin B, terutama mereka yang sering mengonsumsi obat lambung. Jadi lebih disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin, seperti sayur dan buah ya, Bu.” (a2s)

lansia,kelasonline,covid-19,geriatri,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026