Lansia Sulit Tidur? Ini Penyebabnya


Problem gangguan tidur atau insomnia ternyata tidak hanya dialami kalangan dewasa atau muda. Bahkan, para lansia (lanjut usia) pun bisa mngalami hal yang sama.

2019-03-31 12:49:24

Geriatri.id - Problem gangguan tidur atau insomnia ternyata tidak hanya dialami kalangan dewasa atau muda. Bahkan, para lansia (lanjut usia) pun bisa mngalami hal yang sama.

Demikian diungkapkan Dr. Tan Shian Ming dari Departeman Psikiatri Singapore General Hospital, seperti dikutip Singapore Health Change.

Menurut Ming, insomnia dialami orang berusia di atas 65 tahun. “Pertambahan usia memang salah satunya berdampak pada perubahan pola tidur. Meski begitu, masalah tidur ini sebenarnya tidak dinilai semata-mata karena faktor usia atau penuaan, akan tetapi juga merupakan problem kesehatan yang serius.”

Karena itu, Ming menyarankan agar memeriksakan kondisi orangtua kita bila memang mengalami gejala gangguan tidur atau insomnia. Kenapa demikian? Karena masalah gangguan tidur atau insomnia dapat memengaruhi munculnya penyakit-penyakit.

Dengan kata lain, gangguan tidur juga disinyalir dapat memicu peningkatan risiko penyakit kardiovasakuler, diabetes, kanker payudara, masalah berat, sulit fokus, daya ingat badan bahkan depresi.

Ming mengimbau, bila kita mendapati orangtua mengalami gejala-gejala seperti tersebut, segera untk berkonsultasi dengan dokter untuk diperiksa penyebab dan dicari penanganannya.

Berikut beberapa fakor penyebab lansia mengalami gangguan tidur, yaitu:

Jam tidur yang tidak teratur

Lansia yang tidur siang terlalu lama, umumnya mengalami sulit atau gangguan tidur di malam hari. Karena itu, hindari tidur siang/sore terlalu lama.

Masalah penyakit

Biasanya lansia memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik, misalnya mengalami diabetes, osteoporosis, asma, dan sebagainya. Nyeri atau gejala yang muncul karena penyakit yang dideritanya tersebut menimbulkan efek gangguan tidur.

Masalah gangguan tidur 

Lansia juga berisiko mengalami masalah gangguan tidur seperti sleep apnea dan gampang gelisah.

Pengaruh obat-obatan

Pengaruh obat-obatan juga bisa mengakibatkan lansia mengalami gangguan tidur. Misalnya, obat-obatan yang dapat menstimulasi otak sehingga mereka sering terbangun malam hari. Di antaranya obat-obatan untuk gagal jantung, tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, nyeri sendi serta peradangan.

Stres dan gangguan psikologis 

Lansia juga bisa mengalami stres atau gangguan psikologis. Nah, masalah ini bisa memicu gangguan tidur.

Kurang beraktivitas fisik 

Lansia sering merasa lemah dan lemas, sehingga malas untuk beraktivitas fisik secara rutin. Hal ini juga bisa menyebabkan lansia mengalami gangguan tidur.***

geriatri,fkui,rscm,lansia,lanjut usia,usia lanjut,lansia sehat,insomnia,gangguan tidur,sulit tidur

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026