Hindari Stres Saat Dirumah Saja, Jaga Hubungan Dengan Orang Lain


Berita Lansia - Hal yang bisa membantu bisa membantu kita lebih waras adalah jangan lupa tetap terhubung dengan orang lain

2020-04-11 21:24:24

Geriatri.id - Situasi pandemi Covid-19 yang membuat banyak orang terpaksa harus tetap tinggal di rumah demi memutus rantai penularan, memang bisa menjadi sumber stres. Namun banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghindari stres saat harus di rumah saja. Salah satunya, tetap menjaga hubungan dengan orang lain di luar keluarga kita.

"Salah satu hal yang bisa membantu bisa membantu kita lebih waras adalah jangan lupa tetap terhubung dengan orang lain di luar keluarga kita, misal kita tetap terhubung dengan teman kantor, yang hari-hari kita tanya kabarnya, kita sharing kalau kita takut. Sharing berbagi soal keluarga dengan teman itu nggak apa-apa," kata Psikolog Klinis, Dr. Rena Latifa, kepada geriatri.id.

Selain itu, kita juga bisa melakukan aksi saling mendukung, yang memberikan energi positif, bahwa kita bisa melewati kondisi ini dengan baik. Memberikan dukungan kepada orang yang tidak kita kenal, dengan charity atau giving dapat memberikan efek positif pada jiwa kita. 

"Kalau di psikologi ada Viktor Frankl yang menjelaskan teori kebermaknaan hidup. Orang yang survive adalah orang yang punya makna hidup atau orang yang sharing kepada orang lain, orang-orang yang mau berbagi di masa sulit padahal ia juga mengalami kesulitan. Orang-orang seperti itu juga bisa survive di masa sulit," tambahnya.

Hal terakhir yang paling krusial, menurut Rena, adalah bagaimana kita bisa tetap terhubung dengan teman. Dengan waktu yang paling banyak kita miliki, kita jadi punya waktu untuk beribadah bersama keluarga. Atau kalau beribadah sendiri kita punya waktu berdoa lebih panjang. "Kita tidak harus terpaku karena kalau di kantor waktu beristirahat terbagi untuk beribadah, makan," ujar Rena. 

Rena juga menganjurkan untuk sering-sering berdialog dengan Tuhan untuk memohon perlindungan dan kekuatan supaya kita bisa melewati masa-masa sulit ini dengan baik. "Terhubung dengan Tuhan itu adalah baik agar kita bisa mendapat bibit yang sehat. Sekarang masa kita, ibarat masa metamorfosis kupu-kupu, masanya kita menjadi kepompong," katanya. 

"Kita sedang hibernasi untuk menjadi kupu-kupu yang indah. Saat kita hibernasi kita sedang memupuk diri kita sendiri untuk menjadi diri yang lebih baik lagi sesuai dengan yang Tuhan inginkan. Hal-hal baik di dunia ini ada di bibit yang sedang kita coba tumbuhkan ini," tambahnya.

Terakhir, kata Rena, kalaupun kita misalnya mempersepsikan masa pandemi Covid-19 ini sebagai masa yang pahit, maka alihkan pada hal-hal yang tetap menyenangkan. "Kopi misalnya, itu kan pahit kalau nggak dikasih gula, tapi kalau kita bisa membuat perfect cup of coffee, dimana kita semua punya resep yang berbeda-beda, sesuatu yang pahit itu bisa enak bahkan memberdayakan. Jadi bagaimana caranya sesuatu yang faktanya pahit bisa kita buat menjadi sesuatu yang perfect," pungkasnya. (mag)
 

ilustrasi: saling mendukung (piqsels)

lansia,merawat lansia,lansia sehat,geriatri,covid 19,virus corona,lansia bahagia,lansia onine,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026