Sehat Mental, Saat Harus Di Rumah Saja


Berita Lansia - Agar bisa tetap sehat mental, pastikan tubuh memiliki fisik yang kuat

2020-04-05 17:53:14

geriatri.id - Mencegah penyebaran pandemi Covid-19, masyarakat, khususnya kaum lansia, tak punya banyak pilihan selain mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap diam di rumah saja. Pada perjalanannya, mengikuti imbauan untuk tetap di rumah atau stay at home ini juga bisa menimbulkan masalah.

"Beberapa orang yang stay at home karena tidak terbiasa, keluar dari rutinitas biasanya sehari-hari, mereka akhirnya keluar-keluar juga. Beberapa orang stres karena yang tadinya bekerja menjadi tidak bekerja. Yang tadinya memikirkan sesuatu perubahan yang riil kemudian di rumah saja," kata Dewan Pembina Kesehatan Mental Indonesia Adang Adha, kepada geriatri.id.

Untuk menghindari stres dan tetap menjaga kesehatan mental selama stay at home, apa saja yang bisa kita lakukan? Agar bisa tetap sehat mental, pastikan tubuh memiliki fisik yang kuat dengan menjaga aktivitas fisik dan asupan makanan. 

"Ada tiga cara supaya tubuh punya fisik yang kuat, yang pertama olahraga rutin, dan makan makanan yang cukup banyak serat, kurangi makan yang goreng-gorengan," kata Adang. 

Selain asupan makanan bergizi, asupan kognisi 'bergizi' juga penting untuk menjaga mental tetap sehat selama menjalani program stay at home ini. "Ibaratnya, kalau kognisi kita dimasukkan sampah maka kita akan memproduksi sampah. Jadi selama stay at home, kita jangan banyak-banyak mengkonsumsi sosial media yang isinya membuat kita mudah cemas," jelas Adang. 

Selain membaca, juga disarankan tidak memposting atau menyiarkan informasi yang kebenarannya belum bisa dipastikan dan akan semakin membuat kita cemas. "Satu contoh, saya dapat kabar di WA grup kalau di kelurahan tetangga saya sudah kena, sehingga istri saya menjadi over waspada, maka ini menjadi gangguan, karena jadi nggak mau keluar, sering-sering cuci tangan, bahkan mandi," ujarnya. 

Tipsnya adalah, jika ada grup yang isinya selalu membicarakan bahaya Covid-19, dan kita atau anggota keluarga tidak kuat menerima informasi yang beredar, dan jadi merasa lebih horor, maka lebih baik keluar dari grup itu. "Atau frekuensi kita chatting kita kurangi, ada orang-orang pemulung sampah informasi corona dari mana saja, mau benar atau salah langsung diposting yang mau nggak mau kita baca. Kalau di facebook kita bisa langsung unfollow saja dia," tegas Adang. (mag)
 

foto: ilustrasi sehat mental (piqsels)

lansia,merawat lansia,geriatri,lansia sehat,lansia sehat mental,kesehatan mental lansia,covid 19,virus corona,lansia bahagia,lansia online,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026