Herd Immunity: Skenario Terburuk Tangani Covid-19


Berita Lansia - Semoga menjadi tanda-tanda herd immunity atau kekebalan kawanan

2020-04-03 06:30:10

geriatri.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara mengejutkan mengemukakan kembali soal teori kekebalan kawanan atau herd immunity. Hal itu diucapkan Khofifah saat dikonfirmasi terkait sembuhnya 17 pasien Covid-19 di Jawa Timur.

"Ini kabar baik. Sebab, di sisi lain jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim sampai hari ini juga tetap 420 orang, semoga menjadi tanda-tanda herd immunity atau kekebalan kawanan," demikian ujar Khofifah, pada Rabu (1/4) lalu.

Dari 17 pasien tersebut seorang pasien yang dinyatakan sembuh adalah seorang lansia. "Kita mendapatkan kabar menggembirakan, seorang warga dari Surabaya berusia 76 tahun dinyatakan sembuh," tambahnya. 

Herd immunity merupakan situasi di mana banyak orang dalam suatu kelompok yang memiliki kekebalan terhadap infeksi, dan dapat secara efektif menghentikan penyebaran virus penyakit, utamanya virus corona atau Covid-19.

Menurut Khofifah, kesembuhan pasien positif Covid-19 dan munculnya tanda-tanda stagnannya PDP, diharapkan sebagai awal indikasi bahwa proses layanan medik bagi pasien positif Covid-19 dilakukan dengan baik. "Herd immunity ini diharapkan dapat memperlambat dan menghambat penyebaran wabah virus corona di 38 kota kabupaten di Provinsi Jatim," tandas Khofifah.

Meski sembuhnya ke-17 pasien Covid-19 itu sendiri merupakan kabar baik, namun dunia medis masih menilai, mengandalkan kekebalan kawanan adalah skenario terburuk dalam menghadapi pandemi corona. Peneliti Mukrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra mengatakan, biaya kesehatan yang harus dikeluarkan menjadi meningkat. 

"Pemerintah belum tentu sanggup melakukannya. Lebih baik saat ini mendorong pencegahan jangan sampai tertular, jangan sampai kita menunggu sakit terus kebal," katanya, seperti dikutip Antara.

Dari kajian Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), herd immunity sendiri dikhawatirkan bisa menimbulkan kematian massal. Sekretaris Jenderal PAPDI Dr. dr. Eka Eka Ginanjar, SpPD, KKV, FINASIM, FACP, FICA, MARS mengatakan, herd immunity akan memberi dampak pada terjadinya peningkatan jumlah kematian.

"Kematian massal ini bisa terjadi di kelompok usia produktif sehingga mengakibatkan hilangnya sebuah generasi," ujarnya dalam sebuah siaran pers yang diterima geriatri.id.

Eka mengungkapkan, Covid-19 merupakan penyakit baru yang belum banyak difahami sifat-sifatnya, tetapi sudah tersebar di 196 negara di dunia, dan masih terus diteliti pencegahan dan pengobatannya. "Covid-19 memiliki perjalanan penyakit yang cepat dan sangat mudah menular melalui droplet, kontak, dan dapat bertahan di permukaan benda cukup lama," paparnya.

Dalam waktu sekitar 1 minggu, pasien Covid-Lg dapat jatuh ke dalam kondisi perburukan, membutuhkan ventilator dan ruang intensif, hingga meninggal dunia. Laju kematian global sebesar 4,3% sebagian besar mengenai kelompok usia lanjut 8-15% dan pasien dengan penyakit penyerta (penyakit kardiovaskular 10,5%, diabetes 7,3%, penyakit paru kronis 6,3%, hipertensi 60%, kanker 5,6%, dan penyakit autoimun).

Di lndonesia sendiri saat ini angka laju kematian karena Covid-19 mencapai 7-9% membuat Indonesia termasuk dalam deretan negara-negara dengan angka kematian tertinggi di dunia. Pada kenyataannya, Covid-19 bisa berakibat fatal pada usia produktif. 

Di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa 60% pasien Covid-19 berada di kelompok usia produktif. Dan kelompok usia ini juga tidak terlepas dari risiko kemungkinan perburukan yaitu ARDS (Acute Respirotory Distress Syndrome).

PAPDI sendiri merekomendasikan pemerintah melakukan upaya pencegahan, dengan memutus rantai host/pejamu/inang virus corona dengan berbagai cara. "Deteksi dan pengobatan dini pasien Covid-19 tidak akan optimal jika tidak dilakukan pemutusan rantai transmisi secara tegas," pungkasnya. (mag)

foto: pixabay

lansia,merawat lansia,geriatri,herd immunity,covid 19,virus corona,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ini Tips Saat Merawat Hipertensi di Rumah

Ajaklah Orangtua ‘Keliling Dunia'

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026