Geriatri.id - Pandemi virus corona Covid-19 yang meluas ke berbagai negara membuat sebagian warga dunia merasa cemas. Berbagai upaya penanganan dan antisipasi dilakukan untuk menekan jumlah pasien yang terinfeksi.
Di sisi lain, belum ditemukan vaksin dan pengobatan yang tepat sehingga tak sedikit yang khawatir dan was-was. Alhasil, bisa berdampak pula pada kesehatan psikis seseorang. Salah satu efek yang bisa terjadi adalah gangguan tidur.
Begitupun pada lansia. Perasaan cemas dan khawatir bisa saja muncul karena pemberitaan tentang corona yang seolah tak henti. Ujung-ujung mengganggu pola tidur sehari-hari. Padahal, bagi lansia kualitas tidur sangatlah penting karena bisa berdampak pula pada kesehatan fisiknya.
Apa yang bisa dilakukan untuk menjaga kualitas tidur dan mengatasi gangguan tidur yang dialami? Berikut tipsnya :
1. Perlu kita tahu, tidur di malam hari secara alami meningkatkan kadar hormon melatonin. Ruangan kamar yang terlalu terang justru bisa menekan produksi hormon ini. Karena itu, pastikan lampu ruangan kamar lebih redup. Kemudian, matikan televisi atau perangkat lainnya setidaknya satu jam sebelum tidur.
2. Pastikan kamar tidur tenang, sejuk, dan nyaman. Seiring bertambah usia, telinga lebih sensitive terhadap suara bising atau berisik.Gunakan kamar tidur hanya untuk tidur. Otak akan mengaitkan kamar tidur hanya untuk tidur
3. Pindahkan posisi jam jauh dari pandangan. Pasalnya, secara tak langsung mata akan melihat pergerakan jarum jam dari menit ke menit sehingga mengganggu proses untuk tidur.
4. Jaga rutinitas tidur yang teratur. Pertahankan jadwal tidur yang konsisten. Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. Tidurlah lebih awal.
5. Biasaan ritual sebelum tidur yang menenangkan. Misalnya, mandi, bermain musik, atau berlatih teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam dapat membantu bersantai sebelum tidur.
6. Hindari obat tidur. Pil tidur tidak mengatasi penyebab insomnia dan bahkan dapat memperburuknya dalam jangka panjang.
7. Sempatkan tidur siang karena bisa memberikan energi pada lansia di hari tersebut. Cukup beberapa menit misalnya 15 menit. Tidur sebentar dapat meningkatkan kewaspadaan dan proses memori tertentu. Bila terlalu lama, mungkin akan merasa pusing dan tidak dapat berkonsentrasi. Pastikan ciptakan suasana tidur siang yang nyaman dan tidak berisik.
8. Batasi konsumsi kafein di sore hari. Hindari kopi, teh, soda, dan cokelat di sore hari.
9. Isi perut terlebih dulu sebelum beranjak tidur. Nikmati makanan ringan seperti sereal rendah gula, yogurt, atau susu hangat.
10. Kurangi makanan manis. Makan diet tinggi gula dan karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih, pasta, dan kentang goreng dapat menyebabkan terjaga di malam hari.
11. Hindari makan besar atau makanan pedas sebelum tidur. Makan besar atau pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau ketidaknyamanan. Cobalah makan malam ukuran sedang setidaknya 3 jam sebelum tidur.
12. Minimalkan asupan cairan sebelum tidur. Batasi apa yang lansia minum dalam waktu satu setengah jam sebelum tidur agar tidak terjaga di malam hari karena hendak buang air kecil.
Nah, semoga gangguan sulit tidur pada lansia dapat teratasi. (hil)
Foto : freepik.com