Teknologi Baru Ini Bisa Lacak Kasus Corona Lewat Ponsel


Berita Lansia - Berbagai upaya dilakukan untuk melawan penyebaran virus corona. Salah satunya, muncul aplikasi berbasis teknologi yang bisa melacak kasus terinfeksi Covid-19.

2020-03-31 08:56:16

Geriatri.id – Berbagai pihak terus berupaya untuk menangani pandemi global virus corona Covid-19. Para ahli dibidang masing-masing juga terus bekerja keras, di antaranya untuk menemukan formulasi vaksin dan pengobatan yang tepat untuk melawan virus ini.

Salah satu perkembangan menggembirakan terkait antisipasi Covid-19 ini adalah penemuan aplikasi berbasis gawai atau telepon selular untuk melacak penyebaran virus corona varian baru ini. Adalah Badan Teknologi Pemerintah Singapura (GovTech) dan Kementerian Kesehatan yang berhasil mengembangkan aplikasi untuk mendeteksi sebaran virus corona ini. Adapun nama aplikasi tersebut adalah TraceTogether.

Cara kerja aplikasi ini ternyata sederhana. TraceTogether akan berfungi dengan menukar sinyal Bluetooth jarak dekat untuk melacak pengguna lain yang berada dalam jarak sekitar 2 meter. Nah, data pendeteksian ini akan tersimpan dalam data penyimpanan ponsel dan kode enkripsinya terlindungi. Aplikasi ini tidak akan meminta informasi lain, misalnya lokasi pengguna. Menurut Menteri Senior Bidang Komunikasi Singapura, Janil Puthucheary, sistem dalam aplikasi ini tetap menjaga informasi pribadi atau privasi pengguna ponsel masing-masing.

Meski begitu, pengguna ponsel wajib mengirimkan data kepada Kementerian Kesehatan Singapura bila diminta untuk proses pelacakan. Seperti dikutip Straits Time, pelacak kontak akan memberikan kode yang dapat dicocokkan pengguna dengan kode verifikasi yang sesuai pada aplikasi mereka. Lalu usai dikonfirmasi, pengguna akan diberikan PIN yang memungkinkan pengiriman data saat dimasukkan. Pelacak kontak juga tidak akan meminta rincian keuangan pribadi atau diminta untuk transfer sejumlah uang melalui ponsel.

Selanjutnya, saat dihubungi oleh pelacak kontak, pengguna akan diminta untuk membagikan data mereka. Jika menolak, mereka dapat dituntut secara hukum berdasarkan Undang-Undang Penyakit Menular. Walau penggunaan aplikasi ini tidak diwajibkan, namun mereka yang menggunakannya harus mengaktifkan pengaturan bluetooth pada ponsel agar dapat dilakukan penelusuran.

Selain itu, pengguna aplikasi ini juga harus mengaktifkan pemberitahuan dan izin lokasi pada aplikasi yang dapat diunduh di Apple App Store atau Google Play store. Hal ini sangat berguna untuk kasus-kasus di mana orang yang terinfeksi tidak mengenal semua orang yang dekat dengan mereka untuk waktu yang lama.

Kemudian, bila salah satu dari pengguna aplikasi ini terinfeksi virus corona, Kementerian Kesehatan akan cepat mengetahuinya. Hal tersebut juga akan memudahkan identifikasi kasus corona sekaligus membantu untuk mencegah penyebaran virus ini.  Aplikasi ini tidak akan menguras baterai ponsel secara signifikan. Data yang dikumpulkan Pemerintah Singapura melalui aplikasi ini hanya nomor ponsel pengguna. Dengan cara ini, pemerintah bisa menghubungi pengguna aplikasi dengan cepat jika mereka berada di dekat kasus yang terinfeksi. (hil)

Foto : freepik.com

 

corona,virus,covid-19,lansia,geriatri,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,merawat lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026