Lansia Menyetir Mobil atau Motor Sendiri, Bahayakah?


Berita Lansia - Mungkin saat di jalan Anda pernah melihat seseorang yang sudah lanjut usia (lansia) masih mengendarai mobil atau motor. Bahayakah?

2019-03-29 11:24:40

Geriatri.id - Mungkin saat di jalan Anda pernah melihat seseorang yang sudah lanjut usia masih mengendarai kendaraan, entah itu mobil atau motor. Memang, kelihatannya masih tampak gesit mengendalikan kendaraan, tapi muncul juga rasa khawatir, mengingat kondisinya sudah tidak muda lagi, bukan?

Hmm...sebetulnya, apakah lansia masih boleh mengemudikan mobil atau motor? Terlepas apakah kemampuan dan kondisi fisiknya memang masih memadai, sehat dan bugar, misalnya.

Nah, bukan bermaksud menakuti-nakuti. Akan tetapi, fakta menunjukkan, angkat kematian karena kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia ternyata membuat kita miris.

Menurut informasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), di wilayah Asia Tenggara korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas mencapai 316 ribu orang setiap tahun.

Dengan kata lain, sekitar 17 per 100 ribu orang yang meninggal karena kecelakaan lalu lintas.

Memang tidak diinformasikan secara detil mengenai rentang usia korban meninggal karena kecelakaan lalu lintas tersebut.

Akan tetapi, menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), risiko kecelakaan kendaraan mobil umumnya meningkatkan mulai usia 55 tahun.

Berdasarkan data tahun 2014, di Amerika terjadi lebih dari 5700 lansia yang meninggal dan 236 ribu lansia lainnya yang dirawat di Unit Gawat Darurat lantaran cedera kecelakaan.

Perlu kita tahu, tulang pada lansia sudah tidak seperti waktu muda.

Tulang mereka lebih tipis sehingga mudah patah bila terjadi trauma, dalam hal ini kecelakaan lalu lintas.


Karena itu, tak sedikit pakar kesehatan yang menyangsikan lansia untuk mengemudikan kendaraan baik mobil maupun motor sendirian.

Tak heran bila beberapa negara juga sudah menetapkan aturan hukum melarang lansia atau yang berusia 70 tahun ke atas untuk mengemudi mobil atau motor.

Kenapa? Karena menyetir membutuhkan konsentrasi, fokus, kesigapan dan hal lain yang sudah mulai kurang dimiliki para lansia yang notebene tubuhnya mengalami perubahan seiring pertambahan usia.

Terkait hal itu, hasil penelitian dari Notthingham Trent University seperti dikutip dari Telegraph UK mengungkapkan, kecepatan otak lansia yang sehat untuk memproses informasi visual ternyata setara dengan orang berusia 18-30 tahun.

Akan tetapi, ketika perhatian dan fokus mereka teralihkan sekejap saja, maka akan sulit kembali untuk bisa fokus secara penuh.

Referensi : webmd.com

geriatri,lanjut usia,usia lanjut,lansia,berita lansia,lansia sehat,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Layanan Konsultasi bagi Jamaah Haji Lansia dan Keluarga

Libur 4 Hari Tanpa Ribet, Naik TransJakarta Aja!

Memahami Hipertensi (4): Proses Terjadinya Hipertensi pada Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026