Saat Dokter Senior Bernyanyi dan Bermusik untuk Amal


Selain Prof Aru trio, ada Dr. dr. Lugyanti Sukrisman, Sp.P.D, Subsp.H.Onk.M. (K) yang tampil luar biasa. Dokter RSCM Jakarta ini tampil solo di alunan Lukisan Pagi dalam iringan gitar yang syahdu

2026-11-03 13:59:38

Geriatri.co.id — harmonisasi suara dalam nada tidak lagi menyulitkan Aru. Kendati harus berpacu mengisi di antara lengkingan tinggi rekan-rekannya di grup vokal Onko Three, Guru Besar UI di bidang Onkologi Hematologi itu tetap berkarakter dalam menyanyikan lagu Lionel Richie di hadapan 400-an penonton di hal Usmar Ismail, Jakarta, Hari Minggu (1/11). Acara ini bertajuk “Harmoni untuk Nusantara”. 

Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP sudah berusia 75 tahun. Dia selalu tampil di konser amal yang diprakarsai oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Cabang Jakarta Raya (PAPDI JAYA). Tahun 2026 ini, dia bersama dr. Marlinda Adham, Sp.T.H.T.B.K.L, Subsp.Onk(K), PhD dan dr. Ario Djatmiko Wirokusumo, Sp.B.Subsp.Onk (K) tampil energik. Dua lagu dilalui dengan penuh penjiwaan dan disambut tepukan meriah oleh penonton. 

Tidak hanya mereka, ada 19 pementasan dengan banyak penampil, baik grup besar atau duet. Bahkan penyanyi yang tampil rata-rata dokter senior. Selain Prof Aru trio, ada Dr. dr. Lugyanti Sukrisman, Sp.P.D, Subsp.H.Onk.M. (K) yang tampil luar biasa. Dokter RSCM Jakarta ini tampil solo di alunan Lukisan Pagi dalam iringan gitar yang syahdu juga hidupkan suasana dengan lagu Sakura dan Cintaku bersama grup Trio Overtune. 

Ketua Panitia acara resital Amal, dr Anastasia Asylia Dinakrisma Sp.PD-K.Ger mengakui bahwa kesulitan untuk mengkurasi penampil karena jumlah peminat yang banyak. 

"Kita kan senang bermusik ya, terus kita berkumpul. Di sini seperti kita healing kitalah. Sebagai dokter jenuh dengan sehari-hari, kita healing bersama-sama berkumpul untuk bermusik.” ujar dr Anas. 

dr Anas yang bernyanyi merdu serta memimpin paduan suara merasa lega bahwa dibalik kesulitan memilih penampil, para dokter dan guru besar berlatih serius di sela-sela waktunya yang sibuk. Apalagi mereka tahu bahwa karya musik, juga foto, itu bertujuan untuk amal. 

“Pokoknya apapun yang kita (bisa)... talenta kita atau apalagi kita punya kemampuan lain, bisa kita manfaatkan untuk sebesar-besarnya manfaat buat orang lain ya, buat masyarakat. Dan semoga banyak."

Hobi musik adalah Lansia

Menjaga kesehatan fisik dan kognitif hingga usia senja tidak hanya didapat melalui pola makan seimbang atau olahraga teratur. Berbagai riset neurosains dan geriatri membuktikan bahwa aktivitas bermusik, mulai dari memainkan instrumen hingga bernyanyi, berperan vital dalam memperpanjang usia harapan hidup, menjaga kebugaran otak, serta menunjang kualitas hidup lansia.

Dari sudut pandang neurobiologis, aktivitas bermusik memang menuntut koordinasi kompleks yang melibatkan pemrosesan auditori, motorik, kognitif, dan emosional secara bersamaan. Berbagai studi yang dipublikasikan dalam jurnal neurosains menunjukkan bahwa lansia yang aktif bernyanyi atau bermain musik memiliki cadangan kognitif yang jauh lebih tinggi. 

Aktivitas ini merangsang neuroplastisitas atau kemampuan otak membentuk koneksi saraf baru, sehingga efektif memperlambat penurunan daya ingat serta menekan risiko demensia. Selain itu, bernyanyi secara teratur terbukti secara klinis mampu menekan kadar hormon kortisol penyebab stres, sekaligus merangsang pelepasan endorfin dan oksitosin. 

Latihan pernapasan diafragma saat bernyanyi turut melatih kapasitas paru-paru dan menjaga kestabilan tekanan darah. Ditambah lagi,keterlibatan dalam kegiatan musik kelompok secara sosial terbukti ampuh mengurangi rasa kesepian dan mencegah depresi pada kelompok usia lanjut.

Tak salah jika penyaluran donasi dari PAPDI Jaya juga disampaikan ke Panti Jompo atau Panti Sosial Tresna Werdha di Jakarta. Begitu pula acara yang mengusung tema Dokter Menyapa Lewat Nada, Menyentuh Lewat Karya, ini. Seluruh hasil penggalangan dana dari acara ini disalurkan penuh amal. 

Pada Dokter sudah berupaya mengobati pasien sekaligus mencari alternatif pembiayaan medis dengan salah satunya penggalangan dana melalui pameran foto dan pertunjukan seni. Jika Anda mendukung, jangan ragu untuk menghubungi panitia atau langsung sampaikan donasi secara digital di website jimdace Papdi Jaya. 

Geriatri,Resital Amal,Papdi Jaya,Lansia,Musik

ARTIKEL LAINNYA

Perempuan Lansia Hadapi Tantangan Perlindungan, Mengapa Hidup Bermartabat Harus Dijamin?

Resital Amal PAPDI JAYA: Ubah Alunan Musik dan Foto Dokter Jadi Aksi Kemanusiaan

Mencegah Patah Tulang Berulang: Jangan Tunggu Terjatuh Kedua Kalinya

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026