Minuman Hangat Terbaik untuk Mengawali Pagi Lansia


"Cara membuatnya cukup sederhana. Iris beberapa potong jahe, rebus dengan air, lalu sajikan setelah suhunya cukup nyaman untuk diminum."

2026-10-16T09:19

GERIATRI.CO.ID – Menikmati minuman hangat pada pagi hari bisa menjadi kebiasaan sederhana yang menyenangkan bagi lanjut usia (lansia). Secangkir minuman hangat sambil duduk santai di teras rumah, membaca koran, atau berbincang dengan pasangan dapat membuat suasana pagi terasa lebih nyaman.

Namun, minuman apa yang cocok untuk mengawali hari para lansia? Selain menghangatkan tubuh, pilihan minuman juga perlu mempertimbangkan kandungan gula, kafein, serta kondisi kesehatan masing-masing.

Berikut lima pilihan minuman hangat yang bisa menemani pagi Sobat Geriatri.

1. Air Putih Hangat

Sederhana, mudah dibuat, dan tidak memerlukan tambahan gula. Air putih hangat bisa menjadi pilihan pertama untuk memulai pagi.

Setelah tidur sepanjang malam, tubuh membutuhkan cairan untuk menjaga keseimbangan cairan. Minum air putih pada pagi hari membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

Bagi lansia yang tidak terlalu menyukai air putih dingin, menyajikannya dalam keadaan hangat bisa menjadi cara menyenangkan agar lebih mudah memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.

2. Teh Hangat

Bagi sebagian orang, pagi terasa kurang lengkap tanpa secangkir teh. Aromanya menenangkan dan cocok dinikmati sambil bersantai.

Teh hijau maupun teh hitam mengandung antioksidan. Namun, keduanya juga mengandung kafein dalam jumlah yang bervariasi.

Agar lebih sehat, lansia dapat menikmati teh tanpa gula atau dengan sedikit gula. Bagi yang sensitif terhadap kafein, teh rendah kafein atau teh herbal tanpa kafein dapat menjadi alternatif.

Perlu diperhatikan, beberapa jenis teh herbal dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Karena itu, lansia yang rutin mengonsumsi obat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjadikannya kebiasaan.

3. Susu Hangat

Susu hangat bisa menjadi pilihan bagi lansia yang membutuhkan tambahan protein dan kalsium dalam pola makan sehari-hari.

Protein membantu mempertahankan massa otot, sedangkan kalsium berperan dalam menjaga kesehatan tulang.

Pilih susu sesuai kebutuhan, misalnya susu tanpa tambahan gula. Lansia yang mengalami intoleransi laktosa dapat mempertimbangkan susu bebas laktosa atau alternatif lain yang kandungan gizinya sesuai.

4. Air Jahe Hangat

Aroma jahe yang khas membuat minuman ini cocok dinikmati pada pagi hari, terutama ketika udara terasa dingin.

Jahe mengandung senyawa aktif yang telah diteliti terkait berbagai manfaat kesehatan. Namun, air jahe rumahan tidak dapat dianggap sebagai obat untuk penyakit tertentu.

Cara membuatnya cukup sederhana. Iris beberapa potong jahe, rebus dengan air, lalu sajikan setelah suhunya cukup nyaman untuk diminum.

Sebaiknya tidak perlu menambahkan banyak gula. Lansia yang menggunakan obat pengencer darah atau memiliki kondisi medis tertentu juga perlu berhati-hati jika ingin mengonsumsi jahe dalam jumlah besar atau dalam bentuk suplemen.

5. Cokelat Hangat

Sesekali, lansia juga bisa menikmati secangkir cokelat hangat sebagai variasi minuman pagi.

Untuk pilihan yang lebih sehat, gunakan bubuk kakao tanpa tambahan gula dan campurkan dengan susu atau air hangat sesuai selera.

Hindari terlalu banyak gula, terutama bagi lansia yang perlu mengendalikan kadar gula darah.

Cokelat juga dapat mengandung kafein dan teobromin dalam jumlah tertentu. Karena itu, porsinya tetap perlu diperhatikan.

Hangat Boleh, tetapi Jangan Terlalu Panas

Sobat Geriatri, minuman hangat memang menyenangkan untuk mengawali pagi. Namun, pastikan suhunya nyaman dan tidak terlalu panas agar tidak melukai mulut maupun kerongkongan.

Yang tidak kalah penting, minuman hangat bukan pengganti sarapan bergizi. Setelah menikmati minuman pagi, lansia tetap perlu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi melalui makanan yang seimbang. (a2s)

***

minuman,minuman lansia,jahe,susu,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Rambut Boleh Memutih, Semangat Rock Jangan Padam!

Orang Tua Bukan Beban: Belajar dari Kisah Suharyono yang Diserahkan ke Panti Lansia

Harga Pangan Menantang, Gizi Lansia Jangan Sampai Terabaikan

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026