
GERIATRI.CO.ID - Sepiring sayur lodeh, semur ayam, atau tempe goreng mungkin bukan sekadar makanan bagi orang tua. Hidangan itu bisa mengingatkan mereka pada masa kecil, masakan ibu, atau kebiasaan makan bersama keluarga.
Karena itu, ketika seseorang memasuki usia lanjut, makanan favorit sejak kecil sering kali tetap memiliki tempat tersendiri. Namun, seiring bertambahnya usia, kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh dapat berubah. Makanan yang dulu biasa disantap mungkin perlu disesuaikan agar tetap aman dan mendukung kebutuhan gizi.
Kabar baiknya, menjadi lansia bukan berarti harus meninggalkan semua makanan kesukaan. Kuncinya adalah memahami kondisi kesehatan, memperhatikan cara pengolahan, dan menyesuaikan porsi serta teksturnya jika diperlukan.
Makanan tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Bagi banyak orang, makanan juga berkaitan dengan kenangan, identitas budaya, kenyamanan, dan kebersamaan.
Aroma masakan tradisional yang akrab, misalnya, dapat membangkitkan kenangan tentang keluarga atau kampung halaman. Menyantap hidangan yang disukai juga bisa membuat waktu makan terasa lebih menyenangkan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dalam pembahasan mengenai gizi pada usia lanjut, menekankan bahwa kebiasaan makan lansia dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan mulut, dukungan sosial, dan interaksi dengan orang lain. Kebutuhan gizi setiap lansia pun berbeda-beda.
Lansia yang hanya mau makan satu atau dua jenis makanan berisiko tidak memperoleh zat gizi yang cukup. Karena itu, makanan favorit sebaiknya tetap menjadi bagian dari menu yang bervariasi.
Keluarga sebaiknya tidak langsung melarang makanan favorit hanya karena orang tua sudah lanjut usia. Lebih baik mencari cara agar hidangan tersebut tetap bisa dinikmati dengan penyesuaian yang sesuai.
Jika nafsu makan terus menurun, berat badan turun tanpa disengaja, atau lansia makin sulit memenuhi kebutuhan gizinya, jangan hanya mengganti menu.
Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mencari penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.
Pada akhirnya, tujuan pemberian makanan bagi lansia bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi, melainkan juga menjaga kenikmatan makan, martabat, dan kualitas hidup mereka. (lia)
***
Foto: Ilustrasi (Gemini.Google)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri