Makanan Terasa Hambar Seiring Bertambahnya Usia, Bagaimana Menjaga Lansia Tetap Lahap?


Cobalah menyajikan makanan dengan kombinasi warna alami, seperti wortel, bayam, labu, tomat, atau buah-buahan yang disukai.

2026-10-16T11:13

GERIATRI.CO.ID - Pernah merasa masakan yang dulu disukai orang tua kini tidak lagi menggugah selera? 

Makanan terasa hambar, aroma masakan tidak terlalu tercium, atau lansia mulai makan lebih sedikit dari biasanya. Perubahan ini terkadang dianggap sebagai hal yang wajar karena usia bertambah. Padahal, berkurangnya kemampuan mengecap dan mencium aroma dapat memengaruhi nafsu makan, kecukupan gizi, hingga berat badan lansia.

Lantas, bagaimana cara membantu lansia tetap menikmati makanan tanpa harus menambahkan banyak garam atau gula?

1. Manfaatkan rempah dan bumbu alami

Masakan Indonesia memiliki banyak pilihan bumbu yang dapat membantu memperkaya aroma dan rasa makanan.

Bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, serai, daun jeruk, ketumbar, dan lada dapat digunakan sesuai jenis masakan dan toleransi lansia.

Sesuaikan bumbu dengan selera lansia. Rempah yang terlalu pedas atau beraroma kuat justru dapat membuat sebagian orang tidak nyaman.

2. Tambahkan rasa segar dari bahan alami

Jeruk nipis atau lemon dapat memberikan sentuhan segar pada hidangan tertentu, seperti ikan, sup, atau sayuran.

Cuka juga bisa digunakan dalam jumlah yang sesuai jika dapat ditoleransi. Pilihan ini membantu memperkaya rasa tanpa harus menambahkan banyak garam.

Namun, bahan asam tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama lansia yang mengalami refluks asam lambung, sariawan, atau iritasi pada mulut.

3. Buat makanan lebih menarik dengan warna dan tekstur

Kenikmatan makan tidak hanya ditentukan oleh rasa. Tampilan, aroma, dan tekstur juga dapat memengaruhi minat seseorang terhadap makanan.

Cobalah menyajikan makanan dengan kombinasi warna alami, seperti wortel, bayam, labu, tomat, atau buah-buahan yang disukai.

Variasikan pula cara memasak, misalnya mengukus, membuat sup, menumis, atau memanggang sesuai kemampuan mengunyah dan kondisi kesehatan lansia.

Jika lansia mengalami kesulitan mengunyah atau menelan, tekstur makanan harus disesuaikan dengan kebutuhannya. Jangan memberikan makanan bertekstur keras hanya demi membuat hidangan lebih menarik.

4. Perhatikan kebersihan gigi dan mulut

Masalah pada gigi, gusi, dan produksi air liur dapat membuat makan terasa tidak nyaman. Akibatnya, lansia mungkin menghindari makanan tertentu atau makan lebih sedikit.

Bantu orang tua menjaga kebersihan gigi dan mulut setiap hari, termasuk membersihkan gigi palsu bila digunakan.

Jika ada keluhan mulut kering, nyeri ketika mengunyah, gigi palsu yang tidak pas, atau luka di mulut, konsultasikan dengan dokter gigi atau tenaga kesehatan.

Mengatasi masalah tersebut dapat membantu lansia makan dengan lebih nyaman.

5. Sajikan porsi sesuai kemampuan, tetapi tetap bergizi

Lansia yang cepat kenyang atau kehilangan nafsu makan mungkin kesulitan menghabiskan porsi besar sekaligus.

Keluarga dapat mencoba porsi yang lebih kecil dengan jadwal makan yang teratur. Bila diperlukan, selipkan camilan bergizi di antara waktu makan.

Pastikan makanan tetap menyediakan sumber protein, seperti telur, ikan, ayam, tahu, atau tempe, serta sayuran, buah, dan sumber energi sesuai kebutuhan.

Tujuannya bukan sekadar membuat lansia menghabiskan makanan, tetapi membantu memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Jika perubahan rasa berlangsung terus-menerus, semakin memburuk, atau membuat lansia kehilangan minat untuk makan, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Terlebih jika disertai penurunan berat badan tanpa disengaja, tubuh semakin lemah, mulut terasa sangat kering, atau kesulitan mengunyah dan menelan.

Kehilangan kemampuan mengecap atau mencium secara mendadak juga perlu segera diperiksa. Dokter dapat mengevaluasi kemungkinan infeksi, masalah pada gigi dan mulut, efek obat, atau kondisi medis lain yang mendasarinya.

Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat sendiri meskipun dicurigai memengaruhi rasa makanan. Diskusikan terlebih dahulu dengan dokter. (lia)

***

Foto: Ilustrasi (Gemini.Google)

tak bernafsu makan,makanan tak enak,lansia sehat,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Rambut Boleh Memutih, Semangat Rock Jangan Padam!

Orang Tua Bukan Beban: Belajar dari Kisah Suharyono yang Diserahkan ke Panti Lansia

Minuman Hangat Terbaik untuk Mengawali Pagi Lansia

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026