Musik untuk Menenangkan Lansia yang Gelisah, Apakah Efektif?


Lagu yang populer pada masa muda, misalnya, dapat membangkitkan kenangan tentang keluarga, persahabatan, atau pengalaman hidup yang menyenangkan.

2026-10-14T11:04

GERIATRI.CO.ID - Musik bukan sekadar hiburan bagi lansia. Lagu yang akrab di telinga dapat menghadirkan kenangan, menciptakan rasa nyaman, dan menjadi salah satu cara untuk membantu lansia menghadapi kegelisahan. Namun, apakah mendengarkan musik benar-benar efektif untuk menenangkan lansia, terutama mereka yang mengalami demensia?

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa musik berpotensi membantu mengelola perubahan suasana hati dan perilaku pada orang dengan demensia. Meski demikian, manfaatnya tidak selalu sama pada setiap orang, dan musik bukan solusi untuk semua penyebab kegelisahan.

Musik memiliki hubungan erat dengan memori dan emosi. Lagu yang populer pada masa muda, misalnya, dapat membangkitkan kenangan tentang keluarga, persahabatan, atau pengalaman hidup yang menyenangkan.

Menurut National Institute on Aging (NIA), para peneliti tengah mempelajari bagaimana musik dapat membantu kesehatan otak dan kesejahteraan pada usia lanjut, termasuk potensinya dalam mengurangi gejala perilaku tertentu pada orang dengan demensia.

Bagi lansia yang mudah gelisah, mendengarkan musik yang disukai dapat menjadi kegiatan sederhana untuk menciptakan suasana lebih nyaman. Musik juga bisa menjadi sarana interaksi ketika komunikasi verbal mulai sulit dilakukan.

Namun, penting membedakan antara mendengarkan lagu di rumah dan terapi musik yang dilakukan secara terstruktur oleh tenaga profesional. Keduanya tidak selalu memberikan hasil yang sama.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Gerontology and Geriatrics pada Januari 2026 menemukan bahwa terapi musik dapat membantu mengurangi agitasi pada lansia dengan demensia.

Penelitian tersebut menganalisis 14 studi yang melibatkan 847 peserta. Hasilnya menunjukkan penurunan agitasi dengan efek berukuran sedang setelah intervensi musik dilakukan.

Agitasi merupakan kondisi ketika seseorang tampak gelisah, sulit diam, mudah marah, atau menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Pada orang dengan demensia, kondisi ini bisa muncul dalam bentuk mondar-mandir, berulang kali memanggil seseorang, atau sulit menenangkan diri.

Meski hasil penelitian tersebut menjanjikan, bukti ilmiah secara keseluruhan masih beragam.

Tinjauan Cochrane yang diterbitkan pada Maret 2025, misalnya, menganalisis 30 penelitian dengan total 1.720 orang dengan demensia. Hasilnya menunjukkan terapi musik kemungkinan membantu mengurangi gejala depresi dan beberapa masalah perilaku. Namun, penelitian tersebut tidak menemukan bukti yang jelas bahwa terapi musik secara khusus mengurangi agitasi atau agresivitas dibandingkan perawatan biasa.

Perbedaan hasil ini menunjukkan bahwa manfaat musik mungkin dipengaruhi oleh metode terapi, karakteristik peserta, jenis musik, dan kondisi yang ingin ditangani.

Musik dapat menjadi salah satu pendekatan nonfarmakologis, tetapi kegelisahan pada lansia tidak selalu disebabkan oleh demensia atau masalah emosional.

Rasa sakit, kelelahan, lapar, haus, sulit tidur, gangguan pendengaran, atau lingkungan yang terlalu ramai juga dapat membuat lansia gelisah. Pada orang dengan demensia, perubahan perilaku yang muncul atau memburuk secara tiba-tiba perlu mendapat perhatian medis.

National Institute on Aging menyarankan keluarga untuk mencari penyebab kegelisahan, berbicara dengan tenang, mengurangi kebisingan, dan menciptakan lingkungan yang menenangkan. Musik yang menenangkan dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu, sesuai dengan respons lansia. 

Jika kegelisahan muncul mendadak, disertai kebingungan baru, penurunan kesadaran, demam, atau perubahan kondisi fisik, segera cari pertolongan medis. Jangan hanya mengandalkan musik untuk mengatasi gejala tersebut. (lia)

***

Foto: Ilustrasi (Gemini Google)

musik,musik lansia,nostalgia,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Awas, Lindungi Lansia dari Asap Karhutla

Apakah Indonesia Sudah Punya Taman Khusus Lansia? Ini Contohnya

Lansia dan Kabut Asap: Begini Cara Memakai Masker yang Tepat

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026