Sebelum Minum Kopi pada Pagi Hari, Lansia Perlu Memperhatikan Ini


Kopi yang dicampur terlalu banyak gula atau krimer manis dapat menambah asupan kalori dan gula harian.

2026-10-12T10:27

GERIATRI.CO.ID – Menikmati secangkir kopi pada pagi hari sudah menjadi kebiasaan banyak orang, termasuk lanjut usia (lansia). Selain memberikan kenikmatan tersendiri, kopi kerap menjadi teman bersantai sebelum memulai aktivitas.

Namun, seiring bertambahnya usia, kebiasaan minum kopi perlu mendapat perhatian. Kandungan kafein di dalamnya dapat memengaruhi tidur, tekanan darah, dan kondisi tubuh tertentu, terutama pada lansia yang memiliki penyakit penyerta atau mengonsumsi obat secara rutin.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan lansia sebelum menikmati kopi pada pagi hari?

1. Perhatikan Kualitas Tidur

Lansia yang sering terbangun pada malam hari sebaiknya memperhatikan kebiasaan minum kopi. Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan dan membuat seseorang lebih sulit tidur, terutama jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu istirahat.

Karena itu, lansia yang mengalami gangguan tidur dapat mencoba mengurangi konsumsi kopi atau meminumnya lebih awal. Jika keluhan tetap berlangsung, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

2. Waspadai Jantung Berdebar

Pada sebagian orang, kafein dapat memicu jantung berdebar, rasa gelisah, atau sensasi tubuh yang kurang nyaman. Lansia yang mengalami keluhan tersebut setelah minum kopi sebaiknya mengurangi konsumsinya dan memperhatikan apakah gejala berulang.

Jika jantung berdebar disertai nyeri dada, sesak napas, atau pingsan, segera cari pertolongan medis.

3. Bagaimana dengan Tekanan Darah Tinggi?

Kafein dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara, meskipun respons setiap orang berbeda. Lansia dengan hipertensi perlu memperhatikan respons tubuh setelah minum kopi.

Bila tekanan darah sulit dikendalikan atau muncul keluhan setelah mengonsumsi kopi, diskusikan kebiasaan tersebut dengan dokter. Jangan menghentikan obat tekanan darah hanya karena merasa tubuh baik-baik saja.

4. Kopi Bisa Memicu Keluhan Lambung

Bagi sebagian lansia, kopi dapat memperburuk keluhan asam lambung atau refluks, seperti rasa panas di dada dan sensasi asam naik ke tenggorokan.

Jika hal ini terjadi, lansia dapat mencoba mengurangi jumlah kopi, menghindari pemicu yang diketahui, serta tidak langsung berbaring setelah makan atau minum. Pilihan kopi rendah kafein juga bisa dipertimbangkan, meskipun kandungan kafeinnya tidak selalu nol.

5. Jangan Lupakan Obat yang Dikonsumsi

Sebagian lansia harus mengonsumsi beberapa jenis obat untuk mengendalikan penyakit kronis. Padahal, kafein dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.

Karena itu, lansia yang rutin minum obat sebaiknya menanyakan kepada dokter atau apoteker apakah konsumsi kopi perlu dibatasi. Hal ini penting agar kebiasaan minum kopi tidak mengganggu pengobatan yang sedang dijalani.

6. Perhatikan Gula Tambahan

Kopi yang dicampur terlalu banyak gula atau krimer manis dapat menambah asupan kalori dan gula harian. Bagi lansia dengan diabetes atau yang perlu menjaga berat badan, kebiasaan ini perlu diperhatikan.

Mengurangi gula secara bertahap dapat menjadi pilihan. Lansia juga bisa menikmati kopi dengan sedikit atau tanpa gula, sesuai selera dan kebutuhan kesehatannya.

Tetap Bisa Menikmati Kopi

Bertambahnya usia tidak serta-merta membuat seseorang harus berhenti minum kopi. Yang terpenting adalah memahami kondisi kesehatan, memperhatikan jumlah kafein, serta mengenali reaksi tubuh setelah mengonsumsinya.

Bagi kebanyakan orang dewasa sehat, asupan kafein hingga 400 miligram sehari umumnya dianggap tidak menimbulkan efek negatif. Namun, batas tersebut bukan target konsumsi dan belum tentu sesuai bagi setiap lansia. Kandungan kafein dalam kopi juga berbeda-beda, bergantung pada jenis dan cara penyajiannya.

Jadi, secangkir kopi pada pagi hari tetap bisa menjadi bagian dari rutinitas yang menyenangkan. Dengan konsumsi yang bijak dan memperhatikan kondisi kesehatan, lansia dapat menikmati kebiasaan ini tanpa mengabaikan kebutuhan tubuhnya. (a2s)

***

Foto: Ilustrasi (AI)

kopi,kopi pagi,kopi lansia,tekana darah tinggi,jantung berdebar,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Solusi Problem 3 Generasi dan ASI yang Terbuang

Lansia Kesepian di Malaysia Meningkat, Teknologi & Komunitas Jadi Kunci

Usia 50 Tahun, Ketika Hati Masih Merasa Muda tetapi Usia Terus Bertambah

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026