Lansia Kesepian di Malaysia Meningkat, Teknologi & Komunitas Jadi Kunci


Data mencatat 18,8% (sekitar 770.800 jiwa) lansia di Malaysia kini hidup sendirian, melonjak tiga kali lipat dibanding 2018 (6,3%).

2026-10-13T12:35

GERIATRI.CO.ID - Fenomena lansia yang meninggal dunia dalam kondisi sendirian (lonely death) kini menjadi perhatian serius di Malaysia. Seiring melonjaknya populasi warga senior, tantangan dalam mewujudkan healthy ageing atau penuaan sehat kian mendesak.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Malaysia, hanya sekitar 600.000 dari total 4,2 juta warga lansia (usia 60 tahun ke atas) yang memenuhi lima kriteria penuaan sehat—seperti memiliki dukungan sosial yang kuat, bebas dari depresi, serta mandiri dalam beraktivitas. 

Sementara itu, data National Health and Morbidity Survey (NHMS) 2025 mencatat 18,8% (sekitar 770.800 jiwa) lansia di Malaysia kini hidup sendirian, melonjak tiga kali lipat dibanding 2018 (6,3%).

Direktur Institut Penelitian Penuaan Malaysia di Universiti Putra Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Rahimah Ibrahim, memperkirakan terdapat sekitar 3.500 kasus lansia meninggal dunia sendirian setiap tahunnya. Dalam banyak kasus, kondisi tragis ini baru diketahui warga setelah muncul bau tidak sedap di sekitar tempat tinggal.

Solusi Perangkat Pintar & Integrasi Data

Menghadapi tantangan ini menuju status aged nation pada 2048, para ahli mendorong penerapan teknologi pintar (smart devices) yang dipadukan dengan kepedulian berbasis komunitas, meniru langkah penanganan kodokushi di Jepang.

Pakar konseling gerontologi UPSI, Dr. Hapsah Md Yusof, menjelaskan perlunya pengembangan smartwatch khusus bagi lansia yang dilengkapi fitur pemantau jatuh (fall detection) dan pendeteksi kondisi darurat yang terhubung langsung ke keluarga atau petugas medis. Hal ini sangat krusial mengingat lansia yang tinggal sendirian memiliki risiko jatuh dua kali lipat lebih tinggi.

Selain perangkat fisik, Dr. Hapsah juga mengusulkan pembentukan basis data terpadu lansia yang menghubungkan dinas sosial, kepolisian, hingga pemadam kebakaran. Sistem ini memungkinkan penanganan dan pemantauan cepat secara otomatis jika lansia yang hidup sendiri berada dalam situasi risiko tinggi.

Langkah ini sejalan dengan pengembangan Smart Ageing Cities di Malaysia, yang memanfaatkan pemetaan data wilayah untuk memastikan kawasan pemukiman ramah dan aman bagi warga senior. (a2s)

***

Foto: Lansia di Malaysia. (pexels.com)

berita lansia,malaysia,teknologi dan komunitas,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Solusi Problem 3 Generasi dan ASI yang Terbuang

Usia 50 Tahun, Ketika Hati Masih Merasa Muda tetapi Usia Terus Bertambah

9 dari 10 Orang dengan Depresi Belum Terjangkau Pengobatan, Bagaimana dengan Lansia?

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026