Jalan-Jalan ke Pati, Jangan Lupa: 5 Kuliner yang Layak Dicoba


Ikon kuliner nomor satu di Pati ini adalah hidangan wajib pertama.

2026-09-26T09:09

GERIATRI.CO.ID - Kota Pati di Jawa Tengah tak hanya menyimpan pesona budaya dan lanskap pedesaan yang asri, tetapi juga kekayaan kuliner tradisional yang ramah di lidah berbagai generasi. Jika Oma dan Opa diajak bertandang ke sini, agenda menjelajah rasa tentu jadi momen hangat yang tak boleh terlewat. Tekstur renyah bersanding dengan kuah hangat yang gurih dijamin membuat santap bersama Oma-Opa makin berkesan.

Berikut 5 rekomendasi kuliner khas Pati yang lezat, nyaman dikunyah, dan wajib dicoba bersama lansia tersayang:

1. Nasi Gandul

Ikon kuliner nomor satu di Pati ini adalah hidangan wajib pertama. Nasi hangat disiram kuah santan berbumbu rempah kecokelatan yang gurih, manis, dan kaya rasa. Daging sapi yang disajikan umumnya sudah dipotong tipis dan diungkep hingga sangat empuk, sehingga tidak menyulitkan Opa dan Oma saat mengunyah. Disajikan di atas daun pisang, aroma khasnya dipastikan makin membangkitkan selera makan.

2. Soto Pati

Satu lagi sajian berkuah yang siap memanjakan tenggorokan senior. Berbeda dengan soto daerah lain, Soto Pati memiliki kuah bening sedikit kekuningan dengan citra rasa gurih-segar yang tidak memicu rasa enek. Isiannya berupa suwiran daging ayam kampung yang empuk, tauge segar, dan taburan bawang putih goreng. Porsi dan racikannya sangat pas untuk menjaga kenyamanan pencernaan lansia.

3. Mangut Kepala Manyung

Bagi Opa dan Oma penggemar masakan berani rempah, Mangut Kepala Manyung menawarkan sensasi kepuasan tersendiri. Daging ikan manyung asap yang lembut memikul aroma smoky khas, berpadu sempurna dengan kuah santan pedas-gurih yang meresap. Untuk Oma-Opa yang sensitif terhadap rasa pedas, Anda bisa meminta tingkat kepedasan yang lebih bersahabat tanpa mengurangi kelezatan bumbu utamanya.

4. Nasi Tumpang Tahu

Mencari menu sarapan pagi yang hangat dan ringan? Nasi Tumpang Tahu bisa jadi pilihan tepat. Hidangan ini memadukan nasi hangat dengan siraman sambal tumpang—olahan tempe semangit (tempe yang difermentasi matang) yang dimasak bersama rempah dan santan encer. Tekstur tahunya yang lembut serta cita rasa gurih ala pedesaan membuat menu ini sangat cocok untuk lambung lansia di pagi hari.

5. Kue Petis Runting

Sebagai penutup wisata kuliner, sempatkan untuk mencicipi hidangan unik khas Desa Runting ini. Meskipun dinamakan "kue", kuliner ini sejatinya adalah olahan daging atau balungan kambing yang dimasak dengan kuah kental berbahan tepung beras sangrai dan petis. Dagingnya dimasak perlahan hingga lepas dari tulang dan sangat empuk. Kuah kentalnya yang hangat dan gurih memberikan sensasi comfort food yang cocok dinikmati saat sore hari bersama keluarga.

Tips Nyaman Wisata Kuliner Bareng Lansia:

  • Selalu konfirmasi ke penyaji untuk memilih potongan daging yang paling empuk (seperti daging has dalam atau tetelan halus).
  • Atur Asupan Santan & Garam. Dampingi dengan minuman hangat seperti teh tawar atau air putih hangat untuk membantu melancarkan pencernaan setelah menyantap hidangan bersantan. (a2s)

***

Foto: Nasi Gandul Romantis Pak H S Sardi (lingkarmuria.com)

***


 

jalan-jalan lansia,wisata lansia,kuliner lansia,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Awas, Lindungi Lansia dari Asap Karhutla

Apakah Indonesia Sudah Punya Taman Khusus Lansia? Ini Contohnya

Musik untuk Menenangkan Lansia yang Gelisah, Apakah Efektif?

“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026