
GERIATRI.CO.ID - Ada kabar duka yang tidak selalu datang dengan suara keras. Seorang pria pralansia ditemukan meninggal dunia di sekitar kebun kelapanya. Dari informasi awal, kematian tersebut diduga kuat berkaitan dengan bunuh diri.
Pria berinisial 'W' (57 tahun) ditemukan tewas gantung diri di pohon kelapa dekat rumahnya di Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Korban diduga mengakhiri hidup setelah sebelumnya mengeluhkan gagal panen padi dan kondisi ekonomi yang sulit. Korban ditemukan oleh istrinya, Samiyah, hari Senin (14/9/2026), sekitar pukul 05.10 WIB.
Usia 57 tahun memang belum bisa disebut lansia. Namun, ia sudah berada pada fase kehidupan ketika banyak persoalan bisa datang bersamaan. Tubuh mulai berubah, pekerjaan mungkin tidak lagi sekuat dulu, kebutuhan keluarga tetap berjalan, sementara persoalan ekonomi, kesehatan, relasi, maupun rasa kehilangan bisa menumpuk diam-diam.
Bagi seseorang yang sehari-hari bekerja di kebun, misalnya, hasil tanaman bukan sekadar angka. Di sanalah ada harapan untuk memenuhi kebutuhan rumah, membayar utang, menyekolahkan anak, atau sekadar memastikan dapur tetap mengepul.
Ketika hasil yang diharapkan tidak sesuai kenyataan, tekanan psikologis bisa muncul. Apalagi jika masalah tersebut berlangsung lama dan seseorang merasa tidak memiliki jalan keluar.
Namun, penting dicatat: kita tidak boleh buru-buru menyimpulkan satu penyebab sebagai alasan seseorang mengakhiri hidupnya. Bunuh diri hampir selalu merupakan persoalan yang kompleks. Masalah ekonomi bisa menjadi salah satu tekanan, tetapi bisa saja terdapat persoalan lain yang tidak terlihat oleh keluarga maupun lingkungan.
Yang sering luput adalah perubahan kecil pada seseorang.
Ia menjadi lebih pendiam. Tidak lagi menikmati aktivitas yang biasanya disukai. Mudah marah atau justru tampak sangat tenang setelah sebelumnya gelisah. Menjauh dari keluarga. Menganggap dirinya menjadi beban. Atau mulai mengucapkan kalimat-kalimat yang terdengar seperti pamit.
Kalimat seperti, “Sudahlah, nanti juga kalian tidak perlu repot lagi,” mungkin terdengar biasa. Tetapi jika muncul berulang dan disertai perubahan perilaku, jangan buru-buru dianggap sebagai candaan.
Kementerian Kesehatan menekankan bahwa pencegahan bunuh diri membutuhkan kepekaan terhadap tanda peringatan, keberanian untuk bertanya, dan kemauan untuk mendengarkan.
Artinya, kepedulian tidak harus selalu berbentuk nasihat panjang. Kadang cukup dengan duduk di sebelahnya, mengajak bicara, menanyakan apa yang sedang dipikirkan, dan memberi ruang untuk bercerita tanpa langsung menghakimi.
Bagi keluarga, teman, tetangga, maupun kelompok masyarakat, perubahan perilaku pada seseorang berusia menjelang lanjut usia juga layak diperhatikan. Bukan untuk mencurigai, tetapi untuk memastikan bahwa ia tidak menghadapi persoalannya seorang diri.
Sebab, boleh jadi seseorang yang setiap pagi pergi ke kebun, bercanda dengan tetangga, dan terlihat baik-baik saja sebenarnya sedang membawa beban yang sangat berat.
Kematian pria itu semestinya tidak berhenti sebagai berita tentang seseorang yang ditemukan tak bernyawa di kebun. Ia bisa menjadi pengingat bahwa orang yang terlihat kuat pun bisa sedang tidak baik-baik saja.
Dan kadang, satu pertanyaan sederhana—“Pak, akhir-akhir ini sedang ada masalah apa?”—bisa menjadi pintu bagi seseorang untuk kembali bercerita, sebelum semuanya terlambat.
Jika seseorang mulai mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidup atau merasa tidak sanggup melanjutkan hidup, jangan ditinggalkan sendirian. Segera libatkan keluarga atau orang yang dipercaya dan cari bantuan profesional, seperti psikolog, psikiater, atau fasilitas kesehatan. (a2s)
***
Foto: Ilustrasi (pexels.com)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri