
GERIATRI.CO.ID - Dunia memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya dalam sejarah yang tercatat, jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas telah melampaui jumlah anak usia 5 tahun ke bawah.
Perubahan ini bukan sekadar angka demografi. Di baliknya ada dua perubahan besar yang terjadi secara bersamaan: semakin sedikit anak yang lahir dan semakin banyak orang yang mampu hidup hingga usia lanjut.
Temuan tersebut tercantum dalam laporan terbaru U.S. Census Bureau, An Aging World: 2025 yang dirilis pada 31 Agustus 2026. Laporan tersebut menyebutkan bahwa antara 2020 dan 2025, proporsi penduduk dunia berusia 65 tahun ke atas untuk pertama kalinya melampaui proporsi anak usia 5 tahun ke bawah.
Pada 2025, sekitar 10,5 persen populasi dunia berusia 65 tahun ke atas. Angka ini diproyeksikan hampir dua kali lipat menjadi 19,6 persen pada 2060.
Penuaan penduduk terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah menurunnya angka kelahiran di berbagai negara. Di sisi lain, perbaikan layanan kesehatan, pendidikan, dan kondisi ekonomi ikut membantu meningkatkan peluang seseorang untuk hidup lebih panjang.
Artinya, dunia tidak hanya memiliki lebih banyak orang lanjut usia, tetapi juga semakin sedikit anak dibandingkan generasi sebelumnya.
Perbedaan proses penuaan terlihat jelas antarnegara. Pada 2025, Jepang menjadi negara dengan proporsi penduduk usia 65 tahun ke atas tertinggi, yakni 29,7 persen. Namun, posisi tersebut diperkirakan berubah pada 2060.
U.S. Census Bureau memproyeksikan Korea Selatan akan menjadi negara dengan populasi paling tua, dengan sekitar 41 persen penduduknya berusia 65 tahun ke atas.
Fenomena ini menunjukkan bahwa penuaan penduduk bukan lagi persoalan beberapa negara maju saja. Negara-negara di berbagai kawasan dunia juga akan menghadapi perubahan struktur usia penduduk dalam beberapa dekade mendatang.
Bertambahnya jumlah lansia tentu merupakan kabar baik dari sisi keberhasilan manusia memperpanjang usia. Namun, ada tantangan yang tidak kalah penting yaitu memastikan tambahan usia tersebut tetap diisi dengan kesehatan dan kemandirian.
Laporan U.S. Census Bureau mencatat bahwa harapan hidup diproyeksikan meningkat lebih cepat dibandingkan healthy life expectancy. Dengan kata lain, tambahan usia yang diperoleh belum tentu seluruhnya dijalani dalam kondisi sehat.
Karena itu, masyarakat perlu mulai memandang penuaan bukan hanya sebagai persoalan medis. Kesehatan lansia berkaitan dengan kemampuan bergerak, menjaga fungsi kognitif, memiliki hubungan sosial, memperoleh dukungan keluarga, mendapatkan layanan kesehatan, hingga tetap berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
Pertambahan jumlah lansia juga akan membawa konsekuensi bagi sistem kesehatan dan perawatan jangka panjang.
U.S. Census Bureau memperkirakan peningkatan populasi lansia akan berdampak pada sistem kesehatan, dunia kerja, serta kesejahteraan finansial, fisik, dan mental. Perawatan jangka panjang juga menjadi perhatian karena keluarga masih menjadi sumber utama dukungan bagi banyak lansia di dunia.
Dengan semakin banyaknya orang yang mencapai usia lanjut, kebutuhan terhadap layanan geriatri, home care, caregiver, rehabilitasi, fasilitas ramah lansia, hingga lingkungan yang mendukung kemandirian diperkirakan semakin besar.
Perubahan demografi dunia ini menjadi pengingat bahwa Indonesia pun perlu mempersiapkan diri menghadapi masyarakat yang semakin menua.
Bertambahnya jumlah lansia bukan berarti masyarakat harus melihat mereka sebagai beban. Justru, tantangannya adalah bagaimana menciptakan lingkungan yang memungkinkan lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan memiliki peran di tengah keluarga maupun masyarakat. (lia)
***
Foto: Ilustrasi (pexels.com)
“Pada 2026, jumlah penduduk lansia di Indonesia mencapai sekitar 34 juta jiwa, atau 11,97% dari total populasi. Angka ini menegaskan bahwa Indonesia telah berada dalam fase ageing population atau populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri