Hobi di Usia Lanjut Bukan Sekadar Mengisi Waktu, Apa Manfaatnya?


Artinya, hobi bukan obat untuk mencegah demensia, tetapi tetap dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga lansia tetap aktif secara mental.

2026-08-30T13:02

GERIATRI.CO.ID - Memasuki usia lanjut, aktivitas sehari-hari bisa berubah. Setelah pensiun, anak-anak mulai memiliki kesibukan masing-masing, sementara kondisi fisik mungkin tidak lagi memungkinkan seseorang melakukan aktivitas seperti ketika masih muda.

Dalam situasi tersebut, hobi sering kali dianggap sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang.

Padahal, memiliki aktivitas yang disukai dapat menjadi bagian penting dari kehidupan lansia. Membaca buku, berkebun, memasak, melukis, bermain musik, memelihara hewan, hingga bergabung dalam komunitas dapat memberikan kesempatan bagi lansia untuk tetap aktif, bersosialisasi, dan melakukan sesuatu yang bermakna.

National Institute on Aging (NIA) menyebutkan bahwa kegiatan rekreasi dan hobi tidak hanya menyenangkan, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan lansia. Berikut beberapa maanfaat memiliki hobi.

Hobi dapat memberikan rasa memiliki tujuan

Setelah pensiun atau ketika rutinitas keluarga berubah, sebagian lansia dapat merasa kehilangan kegiatan yang sebelumnya membuat hari-hari mereka terasa terarah. Hobi dapat membantu menciptakan kembali rutinitas tersebut.

Menurut NIA, aktivitas yang bermakna, termasuk hobi, kegiatan sukarela, serta menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, dapat membantu memberikan rasa tujuan dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan demikian, hobi bukan sekadar membuat waktu berlalu lebih cepat. Aktivitas tersebut dapat memberikan alasan bagi lansia untuk bangun, bergerak, belajar, dan berinteraksi dengan orang lain. Bisa menjadi kesempatan untuk tetap bersosialisasi

Hobi juga dapat menjadi jembatan untuk bertemu orang lain.

Hal ini penting karena perubahan kesehatan, kehilangan pasangan atau teman, keterbatasan mobilitas, dan perubahan lingkungan dapat membuat lansia lebih rentan mengalami kesepian dan isolasi sosial.

WHO menyebutkan bahwa hubungan sosial yang berkualitas merupakan bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan. Isolasi sosial dan kesepian pada lansia juga berkaitan dengan berbagai dampak terhadap kesehatan fisik dan mental. 

Hobi juga dapat menstimulasi otak

Tidak semua hobi memberikan manfaat kognitif dengan cara yang sama. Namun, aktivitas yang melibatkan proses belajar, kreativitas, perhatian, atau pemecahan masalah dapat memberikan stimulasi mental.

NIA mencatat penelitian yang menunjukkan bahwa aktivitas bermakna dapat memberikan manfaat bagi fungsi kognitif. Salah satu penelitian yang mereka rujuk menemukan bahwa lansia yang mempelajari quilting atau fotografi digital mengalami peningkatan memori dibandingkan kelompok yang hanya melakukan aktivitas sosial atau aktivitas dengan tuntutan kognitif lebih rendah. 

Namun, NIA juga menekankan bahwa bukti mengenai efek jangka panjang berbagai aktivitas tersebut terhadap pencegahan penurunan kognitif masih terus diteliti. 

Artinya, hobi bukan obat untuk mencegah demensia, tetapi tetap dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga lansia tetap aktif secara mental.

Hobi untuk lansia tidak harus membutuhkan biaya besar. Membaca buku, merawat tanaman di halaman rumah, memasak, mendengarkan musik, menulis cerita masa lalu, bermain dengan cucu, memotret menggunakan ponsel, atau mengikuti kegiatan komunitas dapat menjadi pilihan.

WHO juga menekankan pentingnya menyediakan kesempatan aktivitas sosial, budaya, rekreasi, dan spiritual yang dapat diakses dan terjangkau oleh lansia. 

Karena itu, keluarga tidak perlu merasa harus mencari kegiatan yang mahal atau mengikuti tren tertentu. Yang lebih penting adalah menemukan aktivitas yang memang disukai lansia dan sesuai dengan kemampuannya. (lia)

***

(Foto: pexels.com)

hobi,hobi lansia,sosialisasi lansia,stimulasi otak,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Liburan Bersama Lansia Tak Harus Jalan Jauh, yang di Solo Bisa Jadi Pilihan

Jalan Tenang Pagi di Stadion Pringgondani Wonogiri

Lansia Jarang Keluar Rumah? Ini Manfaat Mengajak Mereka Rekreasi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026