Liburan Bersama Lansia Tak Harus Jalan Jauh, yang di Solo Bisa Jadi Pilihan


Tempat makan ini menawarkan suasana yang berbeda dari restoran pada umumnya.

2026-08-29T12:22

GERIATRI.CO.ID - Liburan bersama orang tua atau kakek-nenek sering kali membutuhkan sedikit penyesuaian. Bukan berarti mereka tidak ingin bepergian, tetapi perjalanan yang terlalu padat, banyak berjalan, atau harus naik-turun bisa membuat tubuh cepat lelah. Padahal, menikmati waktu bersama keluarga tidak selalu membutuhkan aktivitas yang melelahkan.

Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Gubug Makan Mang Engking Solo, di kawasan Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Tempat makan ini menawarkan suasana yang berbeda dari restoran pada umumnya. Area hijau, kolam, serta konsep gubug membuat kegiatan makan terasa seperti rekreasi singkat bersama keluarga.

Menariknya, wisata kuliner seperti ini tidak mengharuskan lansia berkeliling untuk menikmati suasana. Mereka bisa duduk, menikmati makanan, melihat pemandangan sekitar, dan berbincang dengan anak serta cucu. Bagi sebagian lansia, justru kesederhanaan seperti inilah yang membuat perjalanan terasa nyaman.

Suasana kolam dan lingkungan yang hijau juga memberikan pengalaman tersendiri. Anak-anak bisa menikmati suasana sekitar, sementara orang tua dan lansia mempunyai kesempatan untuk duduk lebih santai. Satu meja makan pun bisa menjadi tempat bertemunya beberapa generasi dalam satu waktu.

Pilihan tempat duduk menjadi hal yang perlu diperhatikan. Bagi lansia yang kurang nyaman duduk lesehan atau mengalami kesulitan ketika harus berdiri dari posisi rendah, keluarga sebaiknya memilih meja dan kursi biasa yang lebih mudah digunakan. Jika perlu, tanyakan kepada petugas mengenai lokasi duduk yang paling mudah dijangkau.

Menu yang tersedia cukup beragam, sehingga keluarga dapat memilih makanan sesuai selera. Hidangan ikan, udang, sayuran, dan berbagai menu lainnya memungkinkan satu keluarga memesan makanan untuk dinikmati bersama. Bagi lansia, tentu lebih baik memilih makanan yang sesuai dengan kondisi dan kebiasaan makannya.

Yang tidak kalah penting, jangan membuat perjalanan menjadi terlalu ambisius. Membawa lansia berwisata bukan berarti semua fasilitas harus dicoba dan seluruh area harus dijelajahi. Kalau setelah makan mereka ingin duduk menikmati suasana, itu sudah merupakan bagian dari wisata.

Wisata ramah lansia pada akhirnya bukan soal seberapa banyak tempat yang dikunjungi, tetapi seberapa nyaman perjalanan tersebut dijalani. Mobilitas setiap lansia berbeda. Ada yang masih aktif berjalan jauh, ada pula yang lebih nyaman melakukan kegiatan sambil duduk. Keluarga perlu menyesuaikan pilihan wisata dengan kemampuan masing-masing.

Mang Engking Solo bisa menjadi contoh sederhana bahwa liburan keluarga tidak harus selalu penuh aktivitas. Datang bersama, duduk satu meja, menikmati makanan, melihat suasana sekitar, dan mendengarkan cerita orang tua mungkin terdengar biasa. Tetapi dalam kehidupan keluarga yang semakin sibuk, kesempatan sederhana seperti itu justru bisa menjadi kenangan yang paling berharga.

Oya, Komunitas LOL minggu depan akan "kopi darat" di Solo, 5-6 September. Selamat beraktivitas dan have fun yaaa!

***

(Foto: Ali Musana/Google Map)

wisata lansia,kuliner lansia,jalan-jalan lansia,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Jalan Tenang Pagi di Stadion Pringgondani Wonogiri

Lansia Jarang Keluar Rumah? Ini Manfaat Mengajak Mereka Rekreasi

Oma Nelly Menikmati Masa Pensiun dengan Syukur, Doa, dan Cinta Keluarga

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026