
GERIATRI.CO.ID - Memasuki usia senja bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan awal dari babak baru kehidupan yang penuh makna. Hal inilah yang dirasakan oleh Danielle Tahitoe. Di usianya yang kini menginjak 73 tahun—ia lahir pada 27 April 1953—ia terus melangkah dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.
Kehidupan masa purnabakti Oma Nelly – sapaannya – terasa makin hangat dengan kehadiran sang suami tercinta, Henry Dailapasa, yang kini telah berusia 90 tahun. Kebahagiaan pasangan senior ini kian lengkap dengan kehadiran dua orang anak yang telah tumbuh dewasa dan senantiasa menjadi kebanggaan keluarga.
Setelah sekian lama mengabdikan diri dan berilmu sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, masa pensiun tidak lantas membuat Oma Nelly berdiam diri. Ia menyadari pentingnya menjaga pikiran dan hatinya agar tetap aktif, sehat, dan senantiasa terhubung dengan Sang Pencipta.
Untuk mengisi hari-harinya, Oma Nelly memilih meluangkan waktu dengan mengikuti kegiatan sekolah doa. Langkah ini ia tempuh sebagai ikhtiar untuk terus memperdalam spiritualitas serta memperkuat iman dan percayanya dalam menjalani setiap tahapan kehidupan.
Tak hanya mengasah kehidupan rohani, Oma Nelly juga menemukan kegemaran baru di dapur rumahnya di daerah Pondok Gede, Bekasi. Menariknya, aktivitas memasak untuk keluarga adalah hal yang belum pernah ia lakukan secara intensif sewaktu masih aktif bekerja dulu.
Kini, dapur menjadi salah satu tempat favoritnya untuk berkreasi. Mengolah dan mencoba berbagai resep baru memberikan kepuasan tersendiri, terlebih ketika masakan hasil olah tangannya disambut hangat dan mampu menyenangkan seluruh anggota keluarga.
Guna menjaga kebugaran fisik dan kesegaran jasmani, Oma Nelly rutin mengikuti kegiatan senam bersama warga di lingkungan kompleks perumahannya. Kegiatan ini ia jadikan sarana latihan fisik yang teratur dan konsisten.
Lokasi senam yang tidak jauh dari kediamannya memungkinkan ia untuk cukup berjalan kaki menuju lokasi, sebanyak tiga kali dalam seminggu. Selain manfaat kesehatan tubuh, momen ini juga dimanfaatkannya untuk merajut tali silaturahim serta mempererat keakraban dengan tetangga sekitar.
Bagi Oma Nelly, kunci utama menikmati usia emas adalah keberkahan rasa syukur. Ia merasa sangat bersyukur kepada Tuhan atas kesempatan untuk terus melayani keluarga di rumah, menjalin pergaulan sosial yang positif, serta aktif mengikuti kegiatan ibadah di gereja.
Sebagai penutup, Oma Nelly membagikan pesan hangat untuk seluruh Opa dan Oma di mana pun berada. Ia mengingatkan bahwa para lansia memiliki peran yang sangat penting sebagai tiang doa yang kokoh bagi keselamatan dan keharmonisan keluarga.
Ia menuturkan bahwa penting bagi senior untuk selalu bersikap positif dalam menghadapi situasi apa pun. Yang terpenting dari segalanya adalah menyerahkan seluruh jalan kehidupan kepada Tuhan dan tidak pernah berhenti bersyukur dalam segala hal.
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri