Tips Memilih Sandal untuk Lansia: Jangan Cuma Cari yang Nyaman


Sandal empuk memang terasa nyaman saat pertama kali dipakai. Tetapi terlalu empuk tidak selalu berarti lebih aman.

2026-08-28T07:25

GERIATRI.CO.ID - Memilih sandal untuk lansia terlihat seperti perkara sederhana. Tinggal cari yang empuk, ukurannya pas, lalu selesai. Padahal, bagi seseorang yang sudah lanjut usia, sandal bukan sekadar alas kaki. Pilihan yang kurang tepat bisa membuat langkah menjadi tidak stabil, kaki mudah tergelincir, bahkan meningkatkan risiko jatuh.

Karena itu, sandal untuk lansia sebaiknya dipilih dengan pertimbangan yang sedikit berbeda. Bukan hanya soal model atau harga, tetapi bagaimana sandal tersebut membantu kaki tetap berpijak dengan aman ketika digunakan untuk berjalan di dalam maupun di luar rumah.

1. Utamakan sol yang tidak mudah licin

Ini salah satu hal terpenting. Sandal sebaiknya memiliki sol dengan daya cengkeram yang baik, terutama jika sering digunakan di kamar mandi, teras, halaman, atau permukaan lantai yang licin.

Sol yang terlihat tebal belum tentu aman. Perhatikan teksturnya dan pastikan bagian bawah sandal tidak terlalu halus. Sandal yang licin dapat membuat kaki kehilangan pijakan ketika lansia berbelok, berhenti mendadak, atau melewati permukaan yang basah.

2. Pilih sandal yang pas, bukan sekadar longgar

Sandal yang terlalu sempit tentu membuat kaki tidak nyaman. Namun, sandal yang terlalu longgar juga bukan pilihan yang baik. Kaki dapat mudah bergeser di dalam sandal sehingga langkah menjadi kurang stabil.

Sebaiknya ada ruang yang cukup bagi jari-jari kaki, tetapi tumit dan bagian tengah kaki tetap tertopang dengan baik. Jika memungkinkan, pilih sandal yang dapat disesuaikan menggunakan tali, perekat, atau pengikat lainnya.

3. Hindari sandal yang mudah lepas dari kaki

Sandal model selop yang tinggal diselipkan memang praktis. Namun pada sebagian lansia, sandal seperti ini justru dapat mudah terlepas ketika berjalan. Lansia mungkin kemudian berjalan dengan langkah lebih pendek atau menyeret kaki agar sandal tidak terlepas.

Model dengan pengikat yang dapat disesuaikan biasanya lebih aman. Prinsipnya sederhana: sandal harus mengikuti gerakan kaki, bukan membuat kaki harus menyesuaikan diri dengan sandal.

4. Jangan terjebak sandal yang terlalu empuk

Sandal empuk memang terasa nyaman saat pertama kali dipakai. Tetapi terlalu empuk tidak selalu berarti lebih aman.

Alas yang sangat lembek dapat membuat pijakan terasa kurang stabil, terutama ketika lansia berdiri atau berjalan. Yang dicari bukan sekadar "selembut mungkin", melainkan kombinasi antara kenyamanan, dukungan, dan kestabilan.

5. Perhatikan berat sandal

Sandal yang terlalu berat dapat membuat kaki cepat lelah. Sebaliknya, sandal yang sangat ringan tetapi tidak memiliki struktur yang baik juga belum tentu aman.

Untuk penggunaan sehari-hari, pilih sandal yang terasa ringan ketika diangkat tetapi tetap cukup kokoh ketika digunakan berjalan. Cara paling mudah adalah mencobanya langsung dan meminta lansia berjalan beberapa langkah.

6. Pastikan sandal tidak mudah tersangkut

Bagian depan sandal sebaiknya tidak terlalu tinggi atau memiliki bentuk yang mudah tersangkut pada karpet, keset, atau permukaan lantai yang tidak rata.

Ini penting karena kemampuan mengangkat kaki dan menjaga keseimbangan dapat berubah seiring bertambahnya usia. Sandal yang mudah tersangkut dapat menyebabkan tubuh terdorong ke depan sebelum lansia sempat mengembalikan keseimbangannya.

7. Sesuaikan dengan kondisi kaki

Tidak semua lansia mempunyai bentuk kaki yang sama. Ada yang memiliki jari kaki menonjol, telapak kaki melebar, atau membutuhkan ruang lebih besar pada bagian depan sandal.

Karena itu, jangan hanya berpatokan pada angka ukuran. Cobalah sandal sambil berdiri dan berjalan. Periksa apakah ada bagian yang menekan, menggesek, atau membuat jari-jari kaki terjepit.

8. Coba sandal pada waktu yang tepat

Kaki dapat mengalami perubahan ukuran sepanjang hari. Untuk mendapatkan ukuran yang lebih sesuai, sandal sebaiknya dicoba ketika lansia sedang beraktivitas seperti biasa, bukan hanya ketika duduk.

Setelah dipakai, minta lansia berjalan beberapa meter. Perhatikan apakah ia tampak mantap, apakah sandal mudah bergeser, dan apakah langkahnya berubah. Kadang-kadang, tanda sandal tidak cocok justru terlihat dari cara berjalan.

9. Perhatikan juga lingkungan pemakaiannya

Sandal untuk berjalan di dalam rumah belum tentu cocok digunakan ke luar rumah. Begitu pula sandal untuk kamar mandi membutuhkan karakteristik yang berbeda.

Untuk kamar mandi, perhatian utama adalah daya cengkeram dan ketahanan terhadap kondisi basah. Untuk berjalan di luar rumah, kestabilan, kenyamanan, dan perlindungan kaki menjadi lebih penting.

10. Jangan lupa memeriksa sandal secara berkala

Sandal yang awalnya aman dapat menjadi berbahaya setelah lama digunakan. Sol dapat menipis, permukaan menjadi licin, perekat melemah, atau bagian tertentu mulai rusak.

Karena itu, sandal lansia sebaiknya diperiksa secara berkala. Jika bagian bawah sudah aus atau sandal mulai mudah lepas dari kaki, jangan menunggu sampai benar-benar rusak untuk menggantinya.

*****

Foto: pexels.com
 

sandal,sendal,tips memilih sandal pada lansia,tips memilih sandal,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Indonesia Punya Pedoman Baru Tata Laksana Demensia, Apa yang Berubah?

Ini Tips Jaga Kesehatan Mata agar Tetap Sehat

Dari Hati Seorang Perawat: Pelatihan Caregiver Kenapa Begitu Krusial?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026