
GERIATRI.CO.ID - Bagi lansia yang mulai kesulitan berjalan, kursi roda bisa menjadi alat bantu penting untuk tetap bergerak dan beraktivitas. Namun, memilih kursi roda tidak sesederhana menentukan antara model manual atau elektrik.
Kebutuhan setiap lansia berbeda. Ada yang masih memiliki kekuatan tangan untuk menggerakkan kursi roda sendiri, sementara yang lain mungkin lebih mudah menggunakan kursi roda elektrik karena keterbatasan tenaga atau kemampuan fisik.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kursi roda yang tepat seharusnya dipilih berdasarkan kebutuhan individu, kondisi tubuh, lingkungan tempat tinggal, serta aktivitas penggunanya. Prosesnya idealnya mencakup penilaian, penyesuaian atau fitting, pelatihan penggunaan, dan pemantauan lanjutan.
Kursi Roda Manual
Kursi roda manual digerakkan dengan tenaga pengguna melalui roda penggerak atau didorong oleh orang lain.
Jenis ini dapat menjadi pilihan bagi lansia yang masih mempunyai kekuatan tubuh dan koordinasi yang cukup untuk menggerakkan kursi secara mandiri. Kursi roda manual juga dapat menjadi pilihan ketika sebagian besar mobilitas lansia masih dibantu oleh keluarga atau caregiver.
Salah satu kelebihannya adalah desain yang relatif sederhana. Namun, kemampuan menggunakannya tetap perlu diperhatikan. Lansia yang memiliki kekuatan tangan terbatas atau mudah mengalami kelelahan mungkin akan kesulitan jika harus mendorong kursi dalam jarak jauh.
Karena itu, kursi roda manual tidak otomatis menjadi pilihan terbaik hanya karena lebih sederhana. Ukuran, posisi duduk, sandaran, bantalan, serta kemampuan lansia dalam mengendalikan kursi tetap perlu diperhatikan.
WHO menekankan bahwa kursi roda yang sesuai harus memenuhi kebutuhan individu, memberikan dukungan postur yang baik, serta aman digunakan dalam lingkungan penggunanya.
Kursi Roda Elektrik
Berbeda dari kursi roda manual, kursi roda elektrik menggunakan motor dan baterai sehingga pengguna tidak perlu terus-menerus mendorong roda dengan tangan.
Pilihan ini dapat membantu lansia yang mengalami keterbatasan kekuatan tangan atau mudah lelah ketika menggunakan kursi roda manual. Dengan kendali yang sesuai, pengguna dapat bergerak dengan lebih mandiri tanpa harus selalu bergantung pada orang lain.
Namun, kursi roda elektrik juga membutuhkan kemampuan untuk mengoperasikan kendali dengan aman. Lansia perlu memiliki kemampuan memahami dan mengendalikan perangkat tersebut, terutama ketika bergerak di ruang sempit, melewati permukaan tidak rata, atau berada di area dengan banyak orang.
Selain itu, aspek lingkungan juga penting. Rumah harus memiliki ruang yang cukup untuk bermanuver dan akses keluar-masuk yang sesuai dengan ukuran kursi roda.
Jadi, mana yang lebih cocok untuk lansia?
Jawabannya tidak selalu manual atau selalu elektrik. Kursi roda manual bisa lebih sesuai jika lansia masih mempunyai kekuatan dan kemampuan untuk menggerakkan kursi, atau jika kursi lebih sering didorong oleh caregiver.
Sementara itu, kursi roda elektrik dapat dipertimbangkan jika lansia membutuhkan bantuan mobilitas yang lebih besar, terutama ketika keterbatasan kekuatan membuat penggunaan kursi manual menjadi sulit.
Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum menentukan pilihan:
1. Kemampuan fisik lansia
Perhatikan kekuatan tangan, kemampuan duduk tegak, koordinasi, keseimbangan, serta seberapa cepat lansia mengalami kelelahan.
2. Seberapa mandiri lansia
Jika lansia masih mampu mengendalikan kursi secara mandiri, jenis kursi yang mendukung kemandirian tersebut dapat dipertimbangkan.
3. Lingkungan penggunaan
Apakah kursi akan lebih sering digunakan di dalam rumah, halaman, fasilitas kesehatan, atau perjalanan di luar rumah? Kondisi permukaan jalan dan akses bangunan juga perlu diperhitungkan.
4. Kemampuan mengendalikan kursi
Pada kursi elektrik, kemampuan menggunakan joystick atau sistem kendali menjadi faktor penting. Jika lansia kesulitan memahami atau mengoperasikannya, penggunaan perlu mendapat pendampingan dan pelatihan.
5. Posisi dan kenyamanan saat duduk
Kursi roda bukan sekadar alat untuk berpindah tempat. Posisi duduk yang tidak sesuai dapat membuat lansia tidak nyaman dan berpotensi menimbulkan masalah lain. Karena itu, ukuran kursi, sandaran, bantalan, dan dukungan postur perlu disesuaikan.
WHO menegaskan bahwa tidak ada satu model atau ukuran kursi roda yang dapat memenuhi kebutuhan semua pengguna.
Pemilihan sebaiknya dilakukan melalui proses yang individual, mulai dari menilai kebutuhan, memilih dan menyesuaikan kursi, memberikan pelatihan, hingga melakukan tindak lanjut.
Artinya, keluarga sebaiknya tidak hanya melihat harga, desain, atau fitur ketika membeli kursi roda untuk lansia. Kondisi fisik, kemampuan fungsional, lingkungan rumah, serta tujuan penggunaan perlu menjadi pertimbangan utama.
Jika masih ragu, keluarga dapat berkonsultasi dengan dokter, fisioterapis, okupasi terapis, atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam rehabilitasi dan alat bantu mobilitas.
Pada akhirnya, kursi roda yang paling baik bukanlah yang paling mahal atau paling canggih, melainkan yang paling sesuai dengan kebutuhan lansia dan dapat digunakan secara aman, nyaman, serta membantu mereka tetap mandiri dan aktif. (lia)
***
Foto: (pexel.com)
*****
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri