Mengapa Lansia Bisa Lebih Sensitif Seiring Bertambahnya Usia?


Ketika lansia mudah tersinggung, menangis, atau marah, respons pertama keluarga sebaiknya bukan langsung mengatakan, “Maklum sudah tua.”

2026-08-16T12:11

GERIATRI.CO.ID - Kelompok lanjut usia (lansia) sering kali terlihat menjadi lebih mudah tersinggung, sedih, atau terbawa perasaan dibandingkan ketika masih muda. Perubahan emosi pada lansia ini merupakan proses yang kompleks. 

Faktor usia, pengalaman hidup, kondisi kesehatan, perubahan kemampuan kognitif, hingga lingkungan sosial dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan dan mengelola emosinya.

Anggapan bahwa lansia menjadi lebih sensitif hanya karena faktor usia sebenarnya terlalu sederhana. Penelitian mengenai penuaan dan emosi menunjukkan bahwa hubungan antara usia dan pengelolaan emosi cukup beragam.

Sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan dalam Perspectives on Psychological Science menemukan bahwa lansia justru rata-rata melaporkan pengalaman emosi yang cukup positif. Namun, kemampuan mengatur emosi tidak selalu meningkat seiring bertambahnya usia. Hasil penelitian yang ada masih menunjukkan perbedaan tergantung situasi, strategi yang digunakan, kondisi fisik, kemampuan kognitif, dan karakter setiap individu.

Artinya, perubahan emosi pada lansia tidak bisa disimpulkan hanya dengan mengatakan bahwa mereka “lebih sensitif”.

Ketika lansia mudah tersinggung, menangis, atau marah, respons pertama keluarga sebaiknya bukan langsung mengatakan, “Maklum sudah tua.” Perasaan mereka tetap perlu didengarkan.

Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Dengarkan sebelum memberikan nasihat. Terkadang lansia hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengar.
  • Hindari menganggap remeh perasaan mereka. Kalimat seperti “Ah, begitu saja dipikirkan” justru dapat membuat mereka merasa tidak dihargai.
  • Berikan kesempatan mengambil keputusan. Pilihan sederhana seperti menu makanan, pakaian, atau kegiatan harian dapat membantu mempertahankan rasa mandiri.
  • Jaga komunikasi dengan keluarga. Kunjungan, telepon, atau percakapan rutin dapat membantu mengurangi rasa kesepian.
  • Perhatikan perubahan yang tiba-tiba. Perubahan emosi yang drastis, berlangsung lama, atau disertai perubahan perilaku dan kemampuan sehari-hari sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai bagian normal dari penuaan.

Menjadi lebih emosional pada usia lanjut bukan berarti seseorang menjadi lemah atau kekanak-kanakan. Emosi pada lansia dipengaruhi oleh kombinasi pengalaman hidup, kondisi kesehatan, kemampuan kognitif, hubungan sosial, serta perubahan yang mereka alami.

Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa penuaan tidak selalu berkaitan dengan memburuknya kemampuan mengelola emosi. Beberapa lansia justru mampu memilih strategi yang lebih sesuai dengan situasi yang dihadapi. Studi tahun 2026 menemukan bahwa lansia dapat menunjukkan kemampuan yang berbeda dalam menyesuaikan strategi pengelolaan emosi berdasarkan apakah suatu situasi dianggap dapat dikendalikan atau tidak.

Karena itu, ketika orang tua terlihat lebih mudah tersinggung atau terbawa perasaan, pendekatan yang paling tepat bukan sekadar menyalahkan usia. Cobalah memahami apa yang sedang mereka rasakan, perubahan apa yang sedang mereka hadapi, dan apakah ada kebutuhan yang belum tersampaikan.

Dengan memahami perubahan emosi pada lansia, keluarga dapat memberikan dukungan yang lebih tepat sekaligus membantu mereka tetap merasa dihargai, didengar, dan memiliki kendali atas kehidupannya. (lia)

*****

Foto: (Efsanjoi Siringoringo/pexels.com)

sensitif,kesepian,tambah usia,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Lomba Kemerdekaan yang Aman dan Menyehatkan untuk Lansia

Ketika Gerakan Ekstrem Menjadi Latihan Keseimbangan Lansia

Ketika Lansia Harus Pindah ke Panti, Ini Tantangan yang Sering Dihadapi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026