Lansia Mengalami Penyakit Berat, Apa yang Bisa Dilakukan Keluarga?


Duduk menemani, mendengarkan cerita, menggenggam tangan, memutar musik kesukaan, atau sekadar berada di samping lansia dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti.

2026-08-11T12:05

GERIATRI.CO.ID - Ketika orang tua atau anggota keluarga yang sudah lanjut usia (lansia) didiagnosis mengalami penyakit berat, keluarga sering kali merasa bingung. Haruskah terus mengejar pengobatan, bagaimana mengatasi nyeri, atau apa yang bisa dilakukan agar lansia tetap merasa nyaman?

Pada kondisi seperti ini, tujuan perawatan tidak selalu hanya berfokus pada kesembuhan. Kualitas hidup dan kenyamanan lansia juga perlu menjadi perhatian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa perawatan paliatif bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi penyakit yang mengancam jiwa. Perawatan ini membantu mencegah dan mengurangi penderitaan, baik yang berkaitan dengan keluhan fisik, psikologis, sosial maupun spiritual.

Perawatan paliatif juga tidak hanya diperuntukkan bagi pasien kanker. Lansia dengan penyakit jantung, gagal ginjal, penyakit paru kronis, stroke, Parkinson, demensia, hingga kondisi kronis lain yang berat juga dapat membutuhkan pendekatan ini.

Lantas, apa yang dapat dilakukan keluarga?

1. Dengarkan keinginan lansia

Hal pertama yang penting adalah mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh lansia. Jika masih mampu berkomunikasi dan mengambil keputusan, beri kesempatan lansia menyampaikan kekhawatiran, harapan, serta pilihan mengenai perawatannya. Jangan sampai semua keputusan dibuat oleh keluarga tanpa mempertimbangkan suara pasien.

2. Jangan hanya fokus pada penyakit

Ketika menghadapi penyakit berat, perhatian keluarga sering tertuju pada hasil pemeriksaan, obat, atau tindakan medis. Padahal, kondisi lansia secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.

Perawatan paliatif melihat pasien secara menyeluruh, termasuk kebutuhan fisik, psikologis, sosial dan spiritual.

3. Bicarakan perawatan paliatif dengan dokter

Perawatan paliatif bukan berarti keluarga menyerah terhadap kondisi lansia. WHO menegaskan bahwa perawatan paliatif dapat diberikan sejak dini dan dapat berjalan bersamaan dengan pengobatan yang bertujuan mengendalikan atau memperpanjang kehidupan. 

Tujuannya adalah membantu mengurangi penderitaan dan mempertahankan kualitas hidup. Karena itu, keluarga dapat bertanya kepada dokter apakah lansia sudah membutuhkan konsultasi atau layanan paliatif.

4. Buat pembagian tugas di antara anggota keluarga

Merawat lansia dengan penyakit berat dapat membutuhkan waktu dan tenaga yang besar. Jika seluruh tanggung jawab diberikan kepada satu orang, caregiver dapat mengalami kelelahan fisik dan emosional.

Karena itu, keluarga sebaiknya membagi tugas. Misalnya, satu anggota keluarga membantu menemani kontrol, anggota lain mengurus obat dan kebutuhan sehari-hari, sementara yang lainnya bergantian menjaga lansia. Jika diperlukan, keluarga juga dapat mempertimbangkan bantuan tenaga profesional atau layanan perawatan di rumah. 

5. Tetap hadir secara emosional

Tidak semua dukungan harus berupa tindakan medis. Duduk menemani, mendengarkan cerita, menggenggam tangan, memutar musik kesukaan, atau sekadar berada di samping lansia dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti.

Pada kondisi penyakit berat, lansia mungkin merasa takut, sedih, kehilangan kemandirian, atau khawatir menjadi beban keluarga. Karena itu, kehadiran keluarga dapat membantu membuat lansia merasa tidak sendirian.

6. Jangan lupakan kesehatan caregiver

Keluarga juga membutuhkan perhatian. Merawat seseorang dengan penyakit berat dapat melelahkan secara fisik, emosional, maupun finansial. WHO menekankan bahwa perawatan paliatif juga bertujuan mendukung keluarga dan caregiver, bukan hanya pasien.

Karena itu, jangan merasa bersalah untuk meminta bantuan. Beristirahat secara bergantian, berbagi tugas, dan berdiskusi dengan tenaga kesehatan dapat membantu keluarga menjalankan perawatan dengan lebih baik.

Menghadapi penyakit berat pada lansia memang tidak mudah. Namun, perawatan tidak selalu harus diukur dari seberapa banyak tindakan medis yang diberikan.

Dalam kondisi tertentu, membantu lansia terbebas dari nyeri, merasa aman, tetap dihargai, dapat berada bersama orang-orang yang dicintai, dan menjalani hari sesuai keinginannya juga merupakan bagian penting dari perawatan. (lia)
 

kesepian,penyakit lansia,penyakit berat,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Menjelajah 10 Kota Paling Rapi dan Nyaman di Dunia

"Menemani Kaki Sehatmu Setiap Hari"

Kegemukan atau Kekurusan sih?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026