
GERIATRI.CO.ID - Kampanye "Step Well, Move Better" yang diawali di bulan Agustus melalui sesi edukasi bertajuk "Merdeka Bergerak: Siloam Hospitals Mampang Menemani Kaki Sehatmu Melangkah Setiap Hari", mempertemukan dokter spesialis orthopaedi dan dokter spesialis kedokteran olahraga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini gangguan kaki, serta pentingnya penggunaan alas kaki yang tepat sebagai bentuk memerdekakan kaki dari rasa sakit akibat kelainan tulang kaki atau cedera lainnya.
Kaki berperan lebih dari sekadar menopang berat badan. Struktur tulang, sendi, ligamen, tendon, dan otot pada kaki bekerja secara terintegrasi untuk menjaga keseimbangan, menyerap benturan, serta mendistribusikan beban tubuh saat bergerak. Ketika terjadi gangguan pada struktur tersebut, perubahan distribusi tekanan dapat meningkatkan beban pada pergelangan kaki, lutut, panggul, hingga tulang belakang dan memicu berbagai keluhan muskuloskeletal lainnya.
Menurut dr. Astuti Pitarini, dokter Spesialis Orthopaedi Subspesialis Kaki dan Pergelangan Kaki, tantangan terbesar dalam penanganan masalah kaki adalah masih banyaknya masyarakat yang enggan berkonsultasi secara medis ke dokter dan memilih berbagai alternatif lain terlebih dahulu. Selain itu, di era media sosial yang semakin terbuka, masih terdapat kesenjangan informasi, antara masyarakat dan tenaga medis.
Informasi kesehatan yang diterima masyarakat melalui berbagai platform digital sering kali belum utuh atau kurang tepat, sehingga pemahaman mengenai kondisi yang dialami maupun penanganan yang seharusnya dilakukan menjadi kurang optimal.
Dari perspektif kedokteran olahraga, kaki merupakan titik awal dari setiap pergerakan tubuh. Kondisi kaki yang tidak optimal dapat memengaruhi stabilitas, efisiensi gerak, serta meningkatkan risiko cedera seperti ankle sprain, tendinitis Achilles, hingga overuse injury, baik pada individu yang aktif berolahraga maupun masyarakat umum.
Menurut dr. Antonius Andi Kurniawan, dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, banyak cedera semacam ini sebenarnya bisa dicegah, namun seringkali baru disadari setelah aktivitas sehari-hari mulai terganggu. Menjaga kesehatan kaki, katanya, tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan, tetapi juga melalui langkah preventif, termasuk memilih alas kaki yang sesuai dengan bentuk kaki, jenis aktivitas, dan intensitas penggunaan.
"Sepatu atau alas kaki bukan sekadar pelengkap penampilan. Bagi kami di bidang kedokteran olahraga, alas kaki merupakan bagian dari strategi pencegahan cedera. Tanpa dukungan yang tepat, risiko cedera seperti ankle sprain atau overuse injury bisa meningkat dan berdampak pada aktivitas jangka panjang. Pemilihan alas kaki yang tepat dapat membantu memberikan stabilitas, mengurangi tekanan berlebih pada kaki, serta mendukung seseorang tetap aktif bergerak dengan aman dalam jangka Panjang," ujarnya.
Melalui kampanye “Step Well, Move Better”, Siloam Hospitals Mampang dan Bocorocco berinisiatif mendorong semangat merdeka bergerak dengan terus mengedukasi masyarakat bahwa menjaga kesehatan dan mengoptimalisasi fungsi kaki yang menjadi penopang seluruh tubuh dapat dimulai dari hal yang paling sederhana, memilih ukuran sepatu yang tepat. Langkah yang semula berat dapat menjadi nyaman dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari–hari.
*****
(Foto: dok. Siloam Hospitals)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri