Kesehatan Fisik atau Mental yang Perlu Dijaga Lansia?


Ini tentang menjaga kualitas hidup agar lansia tetap bisa menikmati hari-hari dengan mandiri, bahagia, dan penuh makna.

2026-08-10T12:07

GERIATRI.CO.ID - Mana yang lebih penting dijaga saat memasuki usia senja: kesehatan fisik atau kesehatan mental?

Jawabannya: keduanya sama pentingnya dan saling mengikat. Menjaga fisik tanpa merawat mental ibarat membangun rumah kokoh di atas tanah yang labil. Sebaliknya, mental yang kuat juga membutuhkan tubuh yang cukup sehat untuk bisa beraktivitas dengan nyaman.

Di usia lanjut, menjaga kesehatan bukan lagi soal mengejar otot yang kekencangan atau berlari maraton. Ini tentang menjaga kualitas hidup agar lansia tetap bisa menikmati hari-hari dengan mandiri, bahagia, dan penuh makna.

1. Fisik: Pondasi Kemandirian Lansia

Secara alami, tubuh manusia mengalami penurunan fungsi seiring bertambahnya usia. Massa otot berkurang, kepadatan tulang menurun, dan sistem kekebalan tubuh tak selincah dulu. Oleh karena itu, fokus menjaga kesehatan fisik pada lansia bertujuan untuk mempertahankan fungsi tubuh dan mencegah ketergantungan.

Beberapa langkah sederhana namun ampuh untuk menjaga fisik lansia antara lain:

  • Tetap Aktif Bergerak: Tidak perlu olahraga berat. Jalan kaki santai di pagi hari, senam lansia, atau berkebun sudah sangat cukup untuk menjaga kelenturan sendi, kesehatan jantung, dan kepadatan tulang.
  • Nutrisi Seimbang: Lansia membutuhkan asupan kaya protein, kalsium, serat, dan vitamin. Mengatur porsi makan dan mengurangi gula serta garam sangat membantu mencegah penyakit degeneratif seperti diabetes dan hipertensi.
  • Istirahat dan Rutin Cek Kesehatan: Tidur yang cukup memberikan waktu bagi tubuh untuk beregenerasi. Selain itu, pemeriksaan kesehatan berkala penting untuk mendeteksi dini risiko penyakit.

2. Mental: Kunci Kebahagiaan dan Ketenangan Jiwa

Sering kali, perhatian kita terlalu fokus pada fisik hingga melupakan kondisi mental lansia. Padahal, fase lanjut usia rentan terhadap perasaan kesepian, kecemasan, hingga depresi—terutama setelah masa pensiun atau ketika ditinggalkan pasangan dan kerabat sebaya.

Kesehatan mental yang terganggu juga bisa memicu atau memperburuk penyakit fisik. Menjaga mental tetap sehat di usia lanjut dapat dilakukan melalui:

  • Interaksi Sosial yang Hangat: Tetap terhubung dengan keluarga, cucu, tetangga, atau komunitas seumuran. Obrolan ringan dan rasa dibutuhkan adalah obat terbaik untuk kesepian.
  • Merangsang Otak: Agar fungsi kognitif tetap tajam dan terhindar dari demensia atau pikun, dorong lansia untuk melakukan aktivitas yang memutar otak secara menyenangkan, seperti membaca, mengisi teka-teki silang, mengaji, atau mempelajari hobi baru.
  • Rasa Memiliki Tujuan: Memberikan apresiasi dan peran kecil di rumah membuat lansia merasa tetap dihargai dan berguna.

Menjaga kesehatan lansia tidak bisa dilakukan secara parsial. Fisik yang segar memberikan energi untuk beraktivitas, sementara mental yang sehat memberikan alasan dan semangat untuk menikmati setiap detik kehidupan. (a2s)
 

keseahatan fisik lansia,depresi,kesehatan mental lansia,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

"Menemani Kaki Sehatmu Setiap Hari"

Ini Beda 'Home Care' dan 'Nursing Home'

Tingginya Antusiasme Lansia Duren Seribu Menuntut Ilmu

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026