Tingginya Antusiasme Lansia Duren Seribu Menuntut Ilmu


Secara rincian, jenjang S1 diikuti oleh 50 peserta, jenjang S2 sebanyak 66 peserta, dan jenjang S3 diisi oleh 51 peserta yang telah konsisten belajar sejak angkatan awal.

2026-08-09T13:44

GERIATRI.CO.ID - Menua bukanlah alasan untuk berhenti belajar dan berkarya. Semangat inilah yang terpancar jelas dari warga lanjut usia (lansia) di Kelurahan Duren Seribu (Duser), Kota Depok, yang semakin antusias mengikuti program Sekolah Lansia. Pendidikan nonformal khusus para senior ini terbukti berhasil menjadi ruang belajar yang hangat sekaligus wadah pemberdayaan yang berdampak positif bagi kualitas hidup mereka.

Kepopuleran program ini dibuktikan dengan jumlah peserta yang terus melonjak dari tahun ke tahun. Kepala Sekolah Lansia Kelurahan Duser, Nurlaela, mengungkapkan bahwa pada tahun ini pihaknya kembali membuka angkatan baru dan menerima sekitar 50 peserta baru untuk jenjang awal. Tingginya minat masyarakat menunjukkan betapa besarnya kebutuhan para lansia akan wadah berkegiatan yang positif.

Secara keseluruhan, saat ini terdapat 167 peserta aktif yang terbagi ke dalam tiga tingkatan jenjang pendidikan, yaitu Standar 1 (S1), Standar 2 (S2), dan Standar 3 (S3). Secara rincian, jenjang S1 diikuti oleh 50 peserta, jenjang S2 sebanyak 66 peserta, dan jenjang S3 diisi oleh 51 peserta yang telah konsisten belajar sejak angkatan awal.Demikian dilansir dari berita.depok.go.id

Menurut Nurlaela, keberadaan Sekolah Lansia tidak sekadar menjadi tempat untuk mentransfer pengetahuan di dalam kelas semata. Lebih dari itu, wadah ini dirancang khusus untuk menjaga para lansia agar tetap aktif secara fisik, sehat secara mental, mandiri, serta terus memiliki peran berharga di tengah keluarga dan masyarakat.

Sistem pembelajaran di Sekolah Lansia Duser disusun secara terstruktur namun tetap ramah bagi para senior. Setiap jenjang pendidikan ditempuh selama satu tahun penuh dengan total 12 kali pertemuan, di mana para peserta dibekali berbagai materi kesehatan, psikologi, sosial, hingga wawasan kewirausahaan ringan.

Untuk dapat dinyatakan lulus dan melanjutkan ke jenjang berikutnya, peserta diwajibkan memenuhi syarat kehadiran minimal 80 persen serta lolos tahap evaluasi. Namun, kriteria kelulusan di sekolah ini tidak semata-mata diukur dari hafalan atau kemampuan akademis, melainkan dari aspek keaktifan dan kebahagiaan para peserta selama proses belajar mengajar.

Hasilnya pun sangat menginspirasi, sebab hampir seluruh peserta mengaku sangat senang dan selalu menantikan jadwal pertemuan berikutnya. Interaksi sosial antar sesama lansia di dalam kelas terbukti menjadi obat manjur untuk mengatasi rasa kesepian yang sering kali melanda masyarakat usia lanjut setelah memasuki masa purna tugas.

Guna melengkapi aktivitas pembelajaran di dalam ruang kelas, Sekolah Lansia Duser juga mengintegrasikan program pembinaan fisik yang teratur. Para peserta rutin diajak mengikuti kegiatan senam dua kali dalam sepekan serta olahraga renang setiap bulan sekali demi menjaga kebugaran otot dan sendi mereka.

Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran dan fasilitas olahraga di Sekolah Lansia ini disediakan secara sepenuhnya gratis bagi warga yang berusia minimal 60 tahun. Kebijakan ini memastikan bahwa setiap lansia dari berbagai latar belakang memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati masa tua yang berkualitas.

Melalui program ini, Nurlaela berharap semakin banyak warga senior yang tergerak untuk bergabung dan merasakan manfaatnya secara langsung. Kehadiran lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan bahagia tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga menjadikan mereka sebagai teladan nyata dalam menerapkan pola hidup sehat bagi lingkungan sekitar.

***

(Foto: berita.depok.go.id)

berita lansia,berita tentang lansia,sekolah lansia

ARTIKEL LAINNYA

Cerita Inspiratif Komunitas LOL Belajar Jadi Caregiver Mandiri

Panduan Wisata Nyaman dan Aman bagi Lansia di Taman Bungkul

Bau Badan Bisa Jadi Tanda Masalah, Lho

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026