
GERIATRI.CO.ID - Bagi Anda yang memasuki usia emas, ada satu tempat di jantung Kota Solo yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan, yaitu sebuah "mesin waktu" bernuansa hangat. Tempat itu adalah Pasar Triwindu.
Terletak tak jauh dari Pura Mangkunegaran, pasar barang antik yang berdiri sejak tahun 1939 ini bukan cuma surga bagi para kolektor. Khusus bagi para senior, Pasar Triwindu adalah ruang rekreasi visual yang santai, aman, dan penuh kenangan manis masa muda.
Mengapa Pasar Triwindu nyaman bagi lansia khususnya yang berusia di bawah 70 Tahun? Memasuki rentang usia 60 hingga akhir 60-an, menjaga pikiran tetap aktif dan tubuh tetap bergerak adalah dua kunci utama kestabilan kualitas hidup. Pasar Triwindu menawarkan kombinasi sempurna untuk keduanya.
Pertama, jalur jalan yang datar dan teratur. Koridor antar-kios di pasar ini relatif rata dan terlindung dari terik matahari langsung, sehingga aman dan nyaman untuk dipakai berjalan santai tanpa risiko mudah tersandung.
Kedua, melihat gramofon tua, pemutar kaset pita, lampu petromaks, hingga mainan seng zaman dulu terbukti secara psikologis mampu merangsang daya ingat (baca: memory retrieval), dan menghadirkan perasaan bahagia .
Dan ketiga, suasana santai tanpa terburu-buru. Berbeda dengan pusat perbelanjaan modern yang bising dan serba cepat, tempo kehidupan di Pasar Triwindu berjalan pelan. Anda bisa berhenti sejenak, berbincang ramah dengan pedagang, atau sekadar mengamati barang antik tanpa tekanan.
Tiga Spot Nostalgia yang Wajib Disambangi
Sambil melangkah santai melintasi lorong-lorongnya, ada beberapa sudut ikonis yang dijamin bikin tersenyum sendiri:
1. Deretan lampu gantung antik dan piring porselen
Melihat pajangan lampu gantung klasik dan cangkir-cangkir porselen motif lama kerap membawa ingatan kembali ke rumah kakek-nenek atau kenangan ruang tamu masa kecil yang hangat.
2. Koleksi alat musik dan radio tabung tua
Alunan nada dari radio tabung atau bentuk piringan hitam (vinyl) jadul selalu punya daya tarik emosional tersendiri. Ini adalah topik obrolan seru untuk diceritakan kembali kepada anak atau cucu yang mendampingi.
3. Patung, logam kuno, dan uang kertas lama
Melihat pecahan uang kertas masa kecil yang kini terpajang rapi di dalam bingkai kaca sering kali memicu tawa—mengingatkan kita betapa berharganya uang jajan masa lalu!
Tips jalan-jalan santai dan sehat
Yuk, luangkan waktu akhir pekan ini untuk jalan-jalan santai di Pasar Triwindu Solo.
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri