Mengenal Brain Health, Tren Baru Menjaga Kesehatan Otak di Usia Lanjut


WHO memperkirakan jumlah orang yang hidup dengan demensia akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang.

2026-07-24T08:00

GERIATRI.CO.ID - Seiring meningkatnya angka harapan hidup, perhatian terhadap kesehatan tidak lagi hanya berfokus pada jantung atau tulang. Kini, kesehatan otak (brain health) menjadi salah satu prioritas utama dalam menjaga kualitas hidup di usia lanjut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan brain health sebagai kondisi ketika seseorang mampu menjalankan fungsi otaknya dengan baik, termasuk berpikir, mengingat, belajar, berkomunikasi, mengambil keputusan, hingga mengelola emosi. Menjaga kesehatan otak tidak hanya penting untuk mencegah demensia, tetapi juga membantu lansia tetap mandiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Memasuki usia lanjut, fungsi otak secara alami akan mengalami perubahan. Sebagian lansia mungkin menjadi lebih lambat dalam mengingat informasi atau memproses sesuatu. Perubahan ini merupakan bagian dari proses penuaan yang normal.

Namun, penurunan fungsi otak yang lebih berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari bukanlah hal yang normal. Karena itu, menjaga kesehatan otak sejak dini menjadi langkah penting untuk mempertahankan kemampuan berpikir dan kualitas hidup.

WHO memperkirakan jumlah orang yang hidup dengan demensia akan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Karena itu, upaya menjaga kesehatan otak menjadi bagian penting dari strategi penuaan sehat (healthy ageing).

WHO dalam Guideline on Risk Reduction of Cognitive Decline and Dementia merekomendasikan beberapa langkah yang dapat membantu menjaga kesehatan otak, antara lain:

  • Rutin beraktivitas fisik, seperti berjalan kaki, senam, atau bersepeda sesuai kemampuan
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, termasuk sayur, buah, ikan, biji-bijian utuh, dan lemak sehat
  • Mengendalikan tekanan darah, diabetes, dan kolesterol, karena kesehatan pembuluh darah berpengaruh pada fungsi otak.
  • Tidak merokok dan membatasi konsumsi alkohol
  • Tetap aktif secara sosial, misalnya mengikuti kegiatan komunitas, berkumpul bersama keluarga, atau berinteraksi dengan teman
  • Menjaga kesehatan pendengaran, karena gangguan pendengaran yang tidak ditangani dikaitkan dengan peningkatan risiko penurunan fungsi kognitif

WHO juga menambahkan bahwa mengurangi paparan polusi udara menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan dalam upaya menjaga kesehatan otak berdasarkan bukti ilmiah terbaru.

Selain menjaga kesehatan fisik, otak juga perlu terus "dilatih". Membaca buku, belajar keterampilan baru, bermain permainan yang melatih strategi, atau mempelajari bahasa baru dapat membantu menjaga otak tetap aktif.

Meski belum ada bukti bahwa aktivitas tersebut dapat mencegah demensia secara pasti, para ahli sepakat bahwa terus belajar dan tetap aktif secara mental merupakan bagian dari gaya hidup sehat.

Hingga saat ini belum ada obat atau suplemen yang terbukti mampu mencegah demensia sepenuhnya. WHO menegaskan bahwa cara terbaik menjaga kesehatan otak adalah dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten sepanjang hidup.

Bagi lansia, perubahan kecil seperti rutin berjalan kaki, tidur yang cukup, mengelola penyakit kronis, dan tetap menjalin hubungan sosial dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan otak.

Menjaga kesehatan otak bukan hanya bertujuan mengurangi risiko demensia, tetapi juga membantu seseorang tetap mampu berpikir jernih, berkomunikasi, mengambil keputusan, dan menikmati aktivitas sehari-hari.

Semakin dini kebiasaan sehat diterapkan, semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi otak hingga usia lanjut. Karena itu, brain health kini menjadi salah satu fokus utama dalam mewujudkan healthy ageing, yaitu menjalani masa tua yang sehat, aktif, dan tetap mandiri. (lia)

hari otak sedunia 2026,hari otak sedunia,kesehatan otak,kesehatan lansia

ARTIKEL LAINNYA

Memetik Harapan di Usia Senja ala Lansia Pontianak

Pentingnya Tabungan Tulang untuk Mencegah Osteoporosis

Bersepeda Santai buat Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026