Menjaga Kesehatan Otak Sejak Dini, Demi Investasi Masa Depan


Otak memiliki kemampuan luar biasa bernama neuroplastisitas, yaitu kemampuan untuk membentuk hubungan saraf baru sepanjang hidup.

2026-07-22T11:00

GERIATRI.CO.ID - Setiap tanggal 22 Juli, dunia memperingati Hari Otak Sedunia (World Brain Day). Momentum tahun 2026 ini menjadi pengingat berharga bagi kita semua: otak adalah aset terbesar yang menentukan kualitas hidup manusia, terutama saat memasuki usia senja.

Banyak orang giat menabung aset finansial untuk masa tua, tetapi sering kali lupa menabung aset biologis terpenting, yaitu fungsi kognitif. Padahal, penurunan fungsi otak—seperti pikun dan demensia—bukanlah bagian mutlak dari proses penuaan normal yang tidak bisa dicegah.

Otak memiliki kemampuan luar biasa bernama neuroplastisitas, yaitu kemampuan untuk membentuk hubungan saraf baru sepanjang hidup. Apa yang kita lakukan hari ini berdampak langsung pada ketahanan saraf kita di masa depan.

Lantas, bagaimana cara kita berinvestasi agar otak tetap tajam, mandiri, dan bahagia di usia lanjut?

Pertama, berikan nutrisi seimbang sebagai "bahan bakar" otak. Perbanyak konsumsi sayuran hijau, buah, dan ikan tinggi omega-3 seperti kembung atau salmon, serta batasi asupan gula berlebih untuk melindungi pembuluh darah otak.

Kedua, lakukan olahraga rutin untuk memompa oksigen ke otak. Jalan cepat atau berenang selama 30 menit sehari dapat memicu pembentukan sel saraf baru di area memori (hipokampus).

Ketiga, asah otak dengan hal baru. Otak bekerja layaknya otot yang butuh dilatih; cobalah pelajari keterampilan baru seperti bahasa asing, alat musik, atau sekadar rutin membaca dan mengisi teka-teki.

Keempat, utamakan tidur berkualitas selama 7–8 jam setiap malam. Saat tidur nyenyak, otak aktif membersihkan racun sisa metabolisme yang berpotensi memicu penyakit Alzheimer.

Kelima, jaga hubungan sosial dan kelola stres. Kesepian pada lansia meningkatkan risiko penurunan kognitif, sementara stres kronis merusak struktur memori, sehingga tetap aktif bersosialisasi sangatlah penting.

Kapan waktu terbaik untuk memulai investasi ini? Jawabannya adalah sekarang. Tidak ada kata terlalu dini untuk memulai, dan tidak ada kata terlambat untuk merawatnya.

Bahkan bagi yang sudah memasuki usia lanjut, menerapkan gaya hidup sehat tetap memberikan manfaat nyata dalam memperlambat penurunan fungsi kognitif.

Mari jadikan kesehatan otak sebagai prioritas hidup demi masa tua yang mandiri, produktif, dan penuh kebahagiaan. (a2s)

hari otak sedunia 2026,hari otak sedunia,kesehatan lansia,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Teh Daun Kelor yang Kaya Nutrisi

Sudah Siap Berangkat ke Tanah Suci, Opa Oma? (2)

Penelitian: Gaya Hidup Sehat Berpotensi Memperlambat Penuaan Biologis

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026