Cara Berkomunikasi dengan Lansia yang Mulai Sulit Mendengar


Banyak orang yang mengalami gangguan pendengaran tanpa sadar juga mengandalkan gerakan bibir, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh untuk memahami percakapan.

2026-07-15T08:02

GERIATRI.C0.ID - Kemampuan mendengar dapat menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi ini dikenal sebagai presbikusis atau gangguan pendengaran akibat proses penuaan. Menurut World Health Organization (WHO), gangguan pendengaran merupakan salah satu kondisi kesehatan yang paling sering dialami oleh kelompok lanjut usia (lansia).

Penurunan pendengaran sering kali terjadi secara perlahan sehingga tidak selalu disadari. Lansia mungkin mulai meminta lawan bicara mengulang perkataan, kesulitan mengikuti percakapan di tempat ramai, atau menaikkan volume televisi lebih keras dari biasanya. 

Meski demikian, cara berkomunikasi yang tepat dapat membantu lansia tetap memahami percakapan dan merasa lebih dihargai.

Tarik Perhatian Sebelum Berbicara

Sebelum mulai berbicara, pastikan lansia menyadari bahwa Anda ingin mengajaknya berkomunikasi. Cara ini membantu lansia lebih siap mendengarkan dan mengurangi risiko informasi terlewat.

Berhadapan Langsung dengan Lansia

Saat berbicara, usahakan berada di depan lansia sehingga wajah Anda terlihat jelas. Banyak orang yang mengalami gangguan pendengaran tanpa sadar juga mengandalkan gerakan bibir, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh untuk memahami percakapan. Hindari berbicara sambil membelakangi mereka atau dari ruangan lain karena suara akan lebih sulit didengar.

Berbicara dengan Jelas, Bukan Berteriak

Kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung berbicara dengan suara sangat keras. Padahal, menurut American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), berteriak justru dapat membuat ucapan terdengar kurang jelas dan tidak nyaman didengar.

Sebaiknya berbicaralah dengan suara normal tetapi sedikit lebih lambat, ucapkan kata-kata dengan jelas, dan beri jeda bila diperlukan.

Kurangi Kebisingan di Sekitar

Suara televisi, radio, atau keramaian di sekitar dapat membuat lansia semakin sulit memahami percakapan. Jika memungkinkan, matikan sumber kebisingan atau pindah ke tempat yang lebih tenang sebelum berbicara.

Gunakan Kalimat yang Sederhana

Sampaikan informasi dengan kalimat yang singkat dan mudah dipahami, terutama jika informasi yang diberikan cukup penting.

Apabila lansia belum memahami, cobalah mengulang dengan susunan kalimat yang berbeda, bukan sekadar mengulang kata yang sama.

Bersabar dan Beri Waktu

Lansia yang mengalami gangguan pendengaran mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses informasi. Hindari memotong pembicaraan atau menunjukkan rasa kesal ketika mereka meminta Anda mengulang perkataan. Sikap sabar dan tenang akan membuat komunikasi menjadi lebih nyaman bagi kedua belah pihak.

Dikutip dari National Institute on Aging, perhatikan juga apabila terdapat tanda-tanda gangguan pendengaran berikut ini:

  • Sering meminta orang lain mengulang ucapan
  • Kesulitan mengikuti percakapan, terutama jika banyak orang berbicara
  • Merasa orang lain berbicara terlalu pelan atau tidak jelas
  • Menaikkan volume televisi atau radio lebih keras dari biasanya
  • Sulit mendengar suara telepon

Jika tanda-tanda tersebut semakin sering muncul atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya lansia menjalani pemeriksaan pendengaran. Dokter dapat menentukan penyebabnya dan memberikan penanganan yang sesuai, termasuk bila diperlukan penggunaan alat bantu dengar.

Gangguan pendengaran tidak hanya memengaruhi kemampuan mendengar, tetapi juga dapat berdampak pada kehidupan sosial. Lansia yang kesulitan mengikuti percakapan cenderung mengurangi interaksi dengan orang lain, sehingga berisiko merasa kesepian atau terisolasi.

Karena itu, dukungan keluarga memegang peranan penting. Dengan berbicara secara jelas, sabar, dan penuh perhatian, keluarga dapat membantu lansia tetap aktif berkomunikasi serta mempertahankan kualitas hidupnya. (lia)

komunikasi,komunikasi lansia,komunikasi anak lansia,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Bukan Beban, Lansia Masih Bisa Berkontribusi

Umroh Lansia: Bukan Soal Usia, tapi Soal Persiapan

Ingin Tetap Mandiri di Usia Tua? Mulailah Persiapkan Sejak Usia 40-an

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026