Kenali 7 Sindrom Geriatrik yang Sering Dialami Lansia


Berita Lansia - Siapapun pasti ingin hidup lebih sehat dan panjang umur. Namun tak dipungkuri, seiring bertambahnya usia, kita menjadi lebih mungkin untuk mengalami berbagai jenis masalah kesehatan.

2020-03-09 09:56:24

Geriatri.id - Siapapun pasti ingin hidup lebih sehat dan panjang umur. Namun tak dipungkuri, seiring bertambahnya usia, kita menjadi lebih mungkin untuk mengalami berbagai jenis masalah kesehatan.  

Pada masa lanjut usia (lansia) berbagai problem kesehatan atau disebut  sindrom geriatri yang merupakan masalah yang biasanya memiliki lebih dari satu penyebab dan melibatkan banyak bagian tubuh.

Dokter-dokter geriatri adalah dokter sub spesialis yang memiliki keahlian dan pelatihan lanjutan dalam perawatan lansia yang  berperan penting dalam mendiagnosis dan mengelola sindrom pada lansia.

Ada banyak upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kondisi tersebut, sehingga lansia tetap dapat mandiri dan memiliki kualitas hidup yang baik. Nah, apa sajakah sindrom geriatric yang sering dialami para lansia? Berikut di antaranya:

1. Masalah Kontrol Kandung Kemih

Berkurangnya kemampuan untuk mengontrol kandung kemih atau inkontinensia urin adalah hal yang umum terjadi pada lansia.  

Lansia jadi sulit menahan untuk buang air kecil atau jadi suka mengompol. Memang terdengar memalukan, tapi kasus ini ternyata banyak dialami lansia.  

Dampak dari inkontinensia urin bisa menyebabkan masalah seperti jatuh, depresi, dan isolasi.

Dalam kebanyakan kasus, inkontinensia dapat disembuhkan. Jadi jangan ragu untuk memberi tahu dokter  mengenai memiliki masalah kontrol kandung kemih ini.

2. Masalah Tidur

Masalah tidur dapat memengaruhi kualitas hidup lansia. Kurang tidur dapat menyebabkan jatuh, cedera, dan masalah kesehatan lainnya.

Jika lansia kesulitan tidur di malam hari atau merasa mengantuk di siang hari, beri tahu dokter saat konsultasi sehingga dapat mengidentifikasi jenis masalah tidur yang dialami.

3. Delirium

Banyak lansia yang dirawat di ruang gawat darurat atau dirawat di rumah sakit mengalami delirium.

Delirium adalah keadaan kebingungan yang tiba-tiba. Delirium adalah keadaan darurat medis, mirip dengan nyeri dada.

Pastikan Anda dan keluarga mengetahui tanda-tanda delirium dan segera mencari pertolongan medis pada gejala pertama dari setiap perubahan mendadak dalam fungsi mental.


4. Demensia

Demensia, paling sederhana, adalah masalah memori yang cukup signifikan untuk memengaruhi kemampuan lansia melakukan tugas-tugas biasa.

Sementara penyebab paling umum adalah Penyakit Alzheimer, ada banyak jenis lainnya. Berbagai tes dapat membantu menentukan apakah lansia menderita demensia dan apa jenisnya .

5. Terjatuh

Jatuh adalah penyebab utama cedera serius pada orang tua.

Ada banyak faktor risiko terjatuh, termasuk bahaya keselamatan di rumah, efek samping obat, masalah berjalan dan penglihatan, pusing, radang sendi, kelemahan, dan kekurangan gizi.

Seperti sindrom geriatri lainnya, jatuh biasanya memiliki lebih dari satu penyebab.

Beri tahu penyedia layanan kesehatan segera jika lansia jatuh.

Dokter akan memeriksa apa yang menyebabkan jatuh dan menyarankan langkah-langkah untuk mencegah jatuh kembali.

Ada banyak perawatan, seperti olahraga dan terapi fisik, yang dapat membantu meningkatkan gaya berjalan lansia dan berjalan serta mencegah jatuh.

6. Osteoporosis

Osteoporosis, atau “penipisan tulang,” adalah suatu kondisi yang membuat tulang-tulang  lansia lebih rapuh dan mudah patah.

Wanita usia 65 tahun ke atas dan pria di atas usia 70 harus mendapatkan tes kepadatan massa tulang (BMD).

Peningkatan asupan kalsium dan vitamin D, latihan kekuatan, dan latihan menahan beban seperti berjalan adalah penting untuk menjaga kesehatan tulang.

Penyedia layanan kesehatan  juga dapat merekomendasikan obat-obatan atau perawatan lain.

7. Penurunan berat badan

Penurunan berat badan adalah masalah yang sangat umum pada lansia.

Penurunan berat badan bisa disebabkan oleh berkurangnya rasa yang menyertai penuaan atau bisa juga merupakan saran dari masalah medis serius yang mendasarinya.

Apa pun penyebabnya, penurunan berat badan dapat menyebabkan masalah lain, seperti kelemahan, jatuh, dan gangguan tulang.

Penyedia layanan kesehatan akan menimbang setiap kali lansia berkonsultasi dan memeriksa setiap perubahan.

Juga, pastikan untuk memberi tahu penyedia layanan kesehatan jika lansia memiliki perubahan dalam berat badan.***(hil)

Foto: freepik.com

geratri,geriatrik,sindromgeriatri,gerontologi

ARTIKEL LAINNYA

Menghirup Udara Pagi di Taman Kota Salatiga

Rahasia 'SuperAgers': Lansia dengan Daya Ingat Setajam Orang Muda

Mengasuh Cucu? Boleh Banget tuh

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026