Jepang Menua Lebih Cepat dari Dunia: Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia?


Kemajuan layanan kesehatan, pola makan yang relatif sehat, serta gaya hidup aktif membuat masyarakat Jepang dapat hidup lebih lama.

2026-07-14T07:18

GERIATRI.CO.ID - Jepang kembali menjadi sorotan dunia karena laju penuaan penduduknya yang semakin cepat. Negara tersebut kini memiliki salah satu proporsi penduduk lanjut usia (lansia) tertinggi di dunia. Fenomena ini bukan hanya menjadi tantangan bagi Jepang, tetapi juga menjadi gambaran masa depan yang perlahan mulai dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data pemerintah Jepang, hampir 30 persen penduduknya kini berusia 65 tahun ke atas. Artinya, hampir satu dari tiga warga Jepang adalah lansia. Kondisi ini dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu meningkatnya angka harapan hidup dan rendahnya angka kelahiran yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan harapan hidup tertinggi di dunia. Kemajuan layanan kesehatan, pola makan yang relatif sehat, serta gaya hidup aktif membuat masyarakat Jepang dapat hidup lebih lama.

Di sisi lain, angka kelahiran terus menurun. Banyak pasangan memilih memiliki sedikit anak atau bahkan tidak memiliki anak sama sekali karena berbagai faktor, seperti biaya hidup yang tinggi, perubahan gaya hidup, dan tantangan dalam menyeimbangkan karier dengan kehidupan keluarga. Akibatnya, jumlah penduduk usia produktif semakin berkurang, sementara jumlah lansia terus bertambah.

Meningkatnya jumlah lansia membawa perubahan besar bagi masyarakat Jepang. Salah satu dampak yang paling terasa adalah berkurangnya tenaga kerja. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah mendorong masyarakat agar tetap bekerja lebih lama sesuai kemampuan, bahkan setelah memasuki usia pensiun.

Selain itu, kebutuhan layanan kesehatan dan perawatan jangka panjang (long-term care) juga meningkat. Jepang mengembangkan berbagai inovasi untuk mendukung perawatan lansia, mulai dari layanan home care, teknologi pemantauan kesehatan, hingga penggunaan robot dan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu aktivitas sehari-hari.

Tak hanya itu, banyak kota di Jepang mulai menerapkan konsep ramah lansia, seperti transportasi yang mudah diakses, ruang publik yang aman, hingga fasilitas kesehatan yang dirancang sesuai kebutuhan penduduk usia lanjut.

Indonesia memang masih memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar. Namun, tren menuju masyarakat menua sudah mulai terlihat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa proporsi penduduk lanjut usia di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Pengalaman Jepang memberikan beberapa pelajaran penting.

Pertama, menjaga kesehatan sejak usia muda menjadi investasi utama agar masyarakat dapat menjalani masa tua yang sehat dan mandiri.

Kedua, layanan kesehatan perlu mulai beradaptasi dengan meningkatnya jumlah penyakit kronis yang banyak dialami lansia, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, osteoporosis, hingga demensia.

Ketiga, Indonesia perlu memperkuat layanan perawatan jangka panjang berbasis keluarga dan komunitas. Tidak semua lansia membutuhkan perawatan di panti, sehingga dukungan bagi keluarga yang merawat orang tua di rumah menjadi semakin penting.

Keempat, lingkungan yang ramah lansia perlu terus dikembangkan, mulai dari trotoar yang aman, transportasi umum yang mudah diakses, hingga fasilitas publik yang mendukung mobilitas lansia.

Meski jumlah lansia terus meningkat, penuaan penduduk tidak selalu menjadi kabar buruk. Banyak lansia tetap sehat, aktif, dan produktif. Mereka masih dapat bekerja, berwirausaha, menjadi relawan, maupun berbagi pengalaman kepada generasi yang lebih muda. (lia)

berita lansia,hari populasi sedunia,jepang,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Ingin Tetap Mandiri di Usia Tua? Mulailah Persiapkan Sejak Usia 40-an

Tanda-Tanda Sarkopenia dan Awasi 3 Penyakit Ini

Yuk, Jadi Caregiver yang Lebih Siap dan Percaya Diri!

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026