Populasi Lansia Dunia Diprediksi Melampaui Generasi Muda


Peningkatan jumlah lansia terjadi karena dua faktor utama, yaitu meningkatnya angka harapan hidup dan menurunnya angka kelahiran di banyak negara.

2026-07-12T12:44

GERIATRI.CO.ID - Dunia sedang memasuki babak baru dalam sejarah demografi. Jika selama ini kelompok usia muda mendominasi jumlah penduduk global, beberapa dekade mendatang kondisinya akan berubah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memproyeksikan bahwa pada akhir tahun 2070-an, jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas akan melampaui jumlah anak-anak di bawah usia 18 tahun untuk pertama kalinya.

Laporan World Population Prospects 2024 dari PBB memperkirakan jumlah lansia dunia akan mencapai sekitar 2,2 miliar orang pada akhir 2070-an. Angka tersebut diperkirakan lebih besar dibandingkan populasi anak-anak, menandai perubahan besar dalam struktur penduduk dunia.

Peningkatan jumlah lansia terjadi karena dua faktor utama, yaitu meningkatnya angka harapan hidup dan menurunnya angka kelahiran di banyak negara. Kemajuan di bidang kesehatan, imunisasi, pengobatan penyakit kronis, serta meningkatnya kualitas hidup membuat semakin banyak orang dapat hidup hingga usia lanjut.

Fenomena ini dikenal sebagai population ageing atau penuaan populasi, yaitu kondisi ketika persentase penduduk lanjut usia semakin besar dibandingkan kelompok usia lainnya.

Selama ini penuaan populasi identik dengan Jepang atau negara-negara Eropa. Namun kini tren tersebut juga mulai terlihat di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), proporsi penduduk lanjut usia di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia juga sedang menuju masyarakat menua (ageing society), sehingga berbagai sektor perlu mulai bersiap menghadapi perubahan tersebut.

Bertambahnya jumlah lansia membawa berbagai tantangan. Sistem pelayanan kesehatan harus mampu menangani semakin banyak penyakit kronis. Selain itu, kebutuhan akan layanan perawatan jangka panjang (long-term care), tenaga kesehatan yang memahami geriatri, lingkungan yang ramah lansia, serta dukungan bagi keluarga sebagai pendamping juga akan semakin meningkat.

Di bidang ekonomi, negara juga perlu menyiapkan sistem pensiun, perlindungan sosial, dan peluang agar lansia yang masih sehat tetap dapat berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat sesuai kemampuan mereka.

Bertambahnya jumlah lansia juga menghadirkan peluang baru. Banyak lansia saat ini tetap aktif, produktif, bahkan masih bekerja, berwirausaha, menjadi relawan, atau berbagi pengalaman kepada generasi muda. Kemajuan teknologi juga mulai membantu lansia menjalani hidup lebih mandiri.

Indonesia perlu memperkuat layanan kesehatan geriatri, mendorong gaya hidup sehat sejak usia muda, menyediakan ruang publik yang ramah lansia, serta meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial hingga usia lanjut.

Semakin panjang harapan hidup seharusnya tidak hanya berarti hidup lebih lama, tetapi juga hidup dengan kualitas yang lebih baik. Dengan persiapan yang tepat, meningkatnya populasi lansia bukan menjadi beban, melainkan peluang untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan menghargai setiap tahap kehidupan. (lia)

hari populasi sedunia 2026,berita lansia,lansia,hari populasi sedunia

ARTIKEL LAINNYA

Wisata Kuliner Ramah Lansia, Bisa Kok

Hampir 12 Persen dari Total Penduduk, 60 Tahun ke Atas

‘Menua Bukan Berarti Kehilangan Kemandirian’

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026