Lansia Terlihat Pendiam, Apakah Tanda Depresi?


Kesulitan mengingat kata-kata atau mengikuti percakapan membuat sebagian lansia memilih diam.

2026-07-10T08:02

GERIATRI.CO.ID - Tidak sedikit keluarga yang khawatir ketika orang tua atau kakek-nenek mereka menjadi lebih pendiam dibandingkan sebelumnya. Sebagian menganggap hal tersebut sebagai bagian dari proses penuaan, sementara yang lain khawatir itu merupakan tanda depresi.

Lalu, apakah lanjut usia (lansia) yang pendiam pasti mengalami depresi?

Jawabannya adalah tidak selalu. Menurut World Health Organization (WHO), perubahan perilaku pada lansia memang perlu diperhatikan, tetapi tidak semua lansia yang lebih banyak diam mengalami gangguan kesehatan mental. 

Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi fisik, penurunan fungsi pendengaran, perubahan sosial, hingga penyakit tertentu.

Menjadi lebih tenang bisa menjadi bagian dari penuaan. Seiring bertambahnya usia, sebagian lansia memilih aktivitas yang lebih tenang dibandingkan ketika masih muda. Mereka mungkin lebih menikmati membaca, berkebun, beribadah, atau menghabiskan waktu bersama keluarga daripada mengikuti banyak kegiatan sosial.

Selama lansia masih menikmati aktivitas sehari-hari, mampu merawat diri, serta tetap berinteraksi sesuai kebiasaannya, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan adanya depresi.

Namun, keluarga perlu memperhatikan apabila perubahan perilaku terjadi secara tiba-tiba atau semakin memburuk.

WHO menjelaskan bahwa depresi merupakan salah satu gangguan mental yang dapat terjadi pada usia lanjut, tetapi sering kali tidak terdiagnosis. Hal ini karena gejalanya pada lansia tidak selalu berupa kesedihan yang mendalam.

Menurut National Institute on Aging (NIA), lansia yang mengalami depresi dapat menunjukkan tanda-tanda seperti:

  • kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai,
  • menarik diri dari lingkungan sosial,
  • merasa tidak bersemangat,
  • mudah lelah,
  • mengalami gangguan tidur,
  • perubahan nafsu makan,
  • sulit berkonsentrasi,
  • atau merasa dirinya tidak berharga.

Gejala-gejala tersebut dapat berlangsung selama beberapa minggu dan memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Tidak semua sikap pendiam disebabkan oleh depresi. Beberapa kondisi lain juga dapat membuat lansia tampak lebih pendiam di antaranya:

Gangguan Pendengaran

WHO melaporkan bahwa penurunan pendengaran merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami kelompok usia lanjut. Ketika sulit mendengar percakapan, lansia mungkin memilih untuk tidak banyak berbicara karena kesulitan mengikuti pembicaraan atau takut salah memahami lawan bicara.

Penyakit Fisik

Berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, stroke, artritis, maupun penyakit Parkinson dapat menyebabkan rasa lelah, nyeri, atau keterbatasan bergerak sehingga lansia menjadi lebih pasif dibandingkan sebelumnya.

Gangguan Daya Ingat

Penurunan fungsi kognitif, termasuk demensia, juga dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih sedikit berbicara. Kesulitan mengingat kata-kata atau mengikuti percakapan membuat sebagian lansia memilih diam.

Kesepian

WHO menyebutkan bahwa isolasi sosial dan kesepian merupakan faktor yang dapat memengaruhi kesehatan mental lansia. Kehilangan pasangan hidup, tinggal sendirian, atau berkurangnya interaksi dengan keluarga dapat membuat lansia semakin menarik diri dari lingkungan.

Perubahan perilaku yang berlangsung terus-menerus sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian normal dari penuaan.

National Institute on Aging menyarankan agar keluarga berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila lansia mengalami perubahan suasana hati atau perilaku yang berlangsung lebih dari dua minggu, terutama jika disertai hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari, perubahan pola tidur, perubahan nafsu makan, atau kesulitan menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Dokter akan melakukan evaluasi untuk mencari penyebabnya, karena gejala tersebut dapat berkaitan dengan depresi, penyakit fisik, efek samping obat, maupun gangguan fungsi otak. (lia)
 

depresi,depresi lansia,gangguan lansia,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Mahathir Mohamad Sudah 101 Tahun lho

Menyiapkan Generasi Mendatang Menuju Indonesia Emas 2045

Mengenal lebih Dekat dengan Osteoporosis

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026