
GERIATRI.CO.ID - Memasuki usia senja, menjaga pola makan bagi lansia pengidap diabetes melitus menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Diabetes memerlukan perhatian khusus karena sensitivitas tubuh terhadap insulin yang terus menurun, ditambah dengan fungsi pencernaan yang mulai melambat.
Bagi Oma dan Opa yang mengidap diabetes, konsumsi buah tetap sangat dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan serat. Namun, pilihannya harus selektif. Prinsip utamanya adalah memilih buah dengan Indeks Glikemik (IG) rendah yang tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.
Berikut adalah panduan pilihan buah yang aman dan menyehatkan untuk lansia diabetes:
1. Buah Beri (Stroberi dan Blueberi)
Buah beri adalah pilihan terbaik karena kandungan gulanya yang sangat rendah namun kaya akan antioksidan jenis antosianin. Antioksidan ini sangat baik untuk membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menjaga kesehatan pembuluh darah jantung lansia.
2. Apel (Dimakan Bersama Kulitnya)
Apel kaya akan serat larut yang disebut pektin. Serat ini berfungsi memperlambat penyerapan gula di dalam usus. Pastikan mencuci apel hingga benar-benar bersih, lalu sajikan bersama kulitnya karena di sanalah pusat serat terbaiknya berada.
3. Alpukat
Berbeda dengan buah lain, alpukat hampir tidak mengandung gula. Buah ini justru kaya akan lemak sehat (lemak tak jenuh tunggal). Bagi lansia, lemak sehat ini sangat membantu menjaga kinerja jantung dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah keinginan mengemil makanan manis.
4. Buah Pir
Pir memiliki kandungan air dan serat yang tinggi. Karakteristik pir yang renyah namun lembut saat matang sangat cocok untuk lansia yang mungkin sudah memiliki kendala pada fungsi mengunyah (gigi ompong atau rapuh).
5. Jeruk Utuh
Jeruk kaya akan Vitamin C dan folat yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh lansia. Namun ingat, jeruk harus dikonsumsi dalam bentuk buah utuh, bukan diperas atau dijadikan jus. Bulir-bulir jeruk itulah yang menahan agar gula alami buah tidak langsung diserap cepat oleh tubuh.
Tips:
1. Hindari Jus dan Buah Kering: Proses blender menghancurkan serat alami buah, sehingga gulanya akan langsung diserap tubuh dan menaikkan gula darah dengan cepat. Begitu juga buah kering (seperti kismis) yang biasanya sudah tinggi konsentrasi gulanya.
2. Perhatikan Tekstur: Jika Oma atau Opa kesulitan mengunyah, buah bisa dipotong kecil-kecil atau dikerok halus, bukan dijus.
3. Atur Waktu Konsumsi: Sebaiknya buah diberikan sebagai camilan di antara dua waktu makan utama (misalnya jam 10 pagi atau jam 4 sore), bukan sebagai makanan penutup (dessert) sesaat setelah makan besar.
Mari bersama-sama wujudkan lansia Indonesia yang sehat, aktif, dan bahagia di usia senja. Tetap semangat mendampingi Ayah dan Ibu tercinta. (a2s)
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri