Pentingnya 'Quality Time' Bersama Orang Tua di Usia Lanjut


Berinteraksi melalui percakapan, berdiskusi, atau bermain permainan sederhana dapat menjadi stimulasi bagi fungsi kognitif.

2026-07-09T08:15

GERIATRI.CO.ID - Di tengah kesibukan pekerjaan, sekolah, dan berbagai aktivitas sehari-hari, banyak keluarga merasa sulit meluangkan waktu bersama orang tua yang telah lanjut usia (lansia). Padahal, bagi lansia, kehadiran dan perhatian dari anak serta keluarga sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan hadiah atau bantuan materi.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial yang baik dengan keluarga dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental lansia. Oleh karena itu, quality time atau waktu berkualitas bersama orang tua merupakan salah satu bentuk dukungan yang penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

Quality time bukan sekadar menghabiskan waktu bersama dalam satu ruangan. Yang terpenting adalah adanya interaksi yang penuh perhatian, seperti mengobrol, mendengarkan cerita, makan bersama, berjalan santai, atau melakukan aktivitas yang disukai orang tua.

Menurut World Health Organization (WHO) dalam program Decade of Healthy Ageing 2021–2030, hubungan sosial yang positif dan keterlibatan dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat merupakan bagian penting dari penuaan yang sehat (healthy ageing).

Terdapat beberapa alasan mengapa quality time itu penting bagi lansia di antaranya yaitu: 

Mengurangi Rasa Kesepian

Seiring bertambahnya usia, banyak lansia mengalami perubahan dalam kehidupan sosial, seperti pensiun, anak yang telah tinggal terpisah, atau kehilangan pasangan hidup.

WHO menyebutkan bahwa isolasi sosial dan kesepian dapat berdampak negatif terhadap kesehatan fisik maupun mental lansia. Meluangkan waktu untuk berbincang atau menemani mereka melakukan aktivitas sederhana dapat membantu mengurangi perasaan kesepian.

Menjaga Kesehatan Mental

Menurut National Institute on Aging (NIA), hubungan yang dekat dengan keluarga dan teman dapat membantu lansia tetap merasa dihargai, memiliki tujuan hidup, serta mengurangi risiko depresi.

Lansia yang merasa didengarkan dan dilibatkan dalam kehidupan keluarga cenderung memiliki kesejahteraan emosional yang lebih baik dibandingkan mereka yang jarang berinteraksi.

Membantu Menjaga Fungsi Otak

Berinteraksi melalui percakapan, berdiskusi, atau bermain permainan sederhana dapat menjadi stimulasi bagi fungsi kognitif.

Meski aktivitas sosial tidak dapat menjamin seseorang terhindar dari demensia, penelitian menunjukkan bahwa tetap aktif secara sosial merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan kesehatan otak yang lebih baik pada usia lanjut.

Membantu Mengenali Perubahan Kesehatan Lebih Dini

Ketika keluarga rutin menghabiskan waktu bersama orang tua, mereka lebih mudah menyadari jika terjadi perubahan, misalnya:

  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan berkurang
  • Lebih sering lupa
  • Kesulitan berjalan
  • Perubahan suasana hati

Perubahan tersebut dapat segera dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Membuat Lansia Merasa Dihargai

Banyak lansia merasa bahagia ketika dapat berbagi cerita, pengalaman hidup, atau sekadar mendengarkan kabar anak dan cucunya.

Menurut WHO, menjaga martabat (dignity), kemandirian, dan partisipasi sosial merupakan bagian penting dalam menciptakan kehidupan yang sehat dan bermakna bagi lansia.

Banyak orang berpikir bahwa mereka harus menyediakan waktu berjam-jam untuk menemani orang tua. Padahal, yang lebih penting adalah kualitas interaksi.

Beberapa kegiatan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Makan bersama
  • Minum teh atau kopi sambil mengobrol
  • Menemani berjalan pagi
  • Melihat album foto lama
  • Memasak bersama
  • Berkebun
  • Beribadah bersama
  • Melakukan panggilan video jika tinggal berjauhan

Memberikan perhatian penuh selama beberapa menit tanpa terganggu oleh telepon genggam sering kali lebih bermakna dibandingkan berada bersama dalam waktu lama tetapi tanpa interaksi. (lia)

quality tima,kesepian lansia,kesehatan mental,lansia sehat,lansia

ARTIKEL LAINNYA

Diabetes? Buah-buahan Harus Selektif ya

Indonesia di Antara Isu Aging Population

Ketika Gen Z dan Milenial Mendominasi Struktur Demografi Kita

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026