
Geriatri.id – Meski kebanyakan orang mengalami penurunan kondisi fisik ketika memasuki usia lansia, olahraga tetaplah penting.
Apalagi sekarang sedang ramai diperbincangkan penyebaran virus corona Covid-19, di mana lansia dengan komplikasi penyakit paling berisiko terkena.
Sudah banyak studi yang menyatakan bahwa kegiatan olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, antara lain meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah.
Usia yang semakin senja tentu dibarengi dengan kondisi tubuh yang tak sebugar di masa muda dulu.
Kekuatan otot juga cenderung menurun sehingga membuat kelompok lanjut usia (lansia) tak mampu menjalani aktivitas secara mandiri.
Seiring bertambahnya usia, massa otot akan menurun secara bertahap. Dampak yang paling jelas adalah menurunnya kualitas hidup pada lansia.
Hal ini disebabkan menurunnya massa otot yang secara perlahan membuat lansia mengalami imobilitas karena kekuatan ototnya melemah
Lazimnya, seseorang yang sudah menginjak usia 40 tahun akan kehilangan 8 persen massa otot.
Setelah usia 70, hal tersebut meningkat hampir dua kali lipat, “Otot kita berperan penting untuk gerak tubuh,” ujar Spesialis
Penyakit Dalam Konsultan Geriatri, Dr. dr. C. Heriawan Soejono, Sp.PD, K.Ger, M .Epid pada acara Ensure Press Launch di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020)..
Penelitian menunjukkan bahwa nutrisi yang lengkap dan seimbang, serta aktivitas fisik dapat membantu membalikkan atau memperlambat kelemahan fisik yang berkaitan dengan usia.
Untuk aktivitas fisik sendiri, disarankan melalui berolahraga dengan intensitas sedang dan rutin 3-4 kali seminggu.
Ada beberapa kategori olahraga yang bisa dilakukan lansia sesuai kondisinya:
1. Latihan ketahanan (endurance) dan aerobik
Olahraga untuk meningkatkan oksigensi jaringan dan meningkatkan daya cadangan faali (gerak anggota tubuh).
Beberapa jenis olahraganya antara lain jalan cepat, renang, jogging (dengan berhati-hati), hingga bersepeda (termasuk sepeda statis).
2. Latihan kekuatan
Olahraga ini bermanfaat meningkatkan kualitas dalam melakukan aktivitas harian, meningkatkan mobilitas dan keseimbangan.
Cukup lakukan latihan beban ringan, seperti mengangkat botol air minum 300-600ml dengan menggerakkan lengan secara perlahan.
3. Fleksibilitas
Olahraga ini untuk meningkatkan kualitas dalam melakukan aktivitas harian secara lebih halus, misalnya ketika berpakaian atau merawat diri.
Beberapa olahraga yang bisa dilakukan seperti latihan peregangan.
Bagi lansia yang sudah tidak kuat berdiri atau mengalami masalah keseimbangan, olahraga peregangan otot sambil duduk juga bisa dilakukan.
4. Koordinasi
Aktivitas olahraga koordinasi bermanfaat melatih anggota gerak dan mencegah lansia terjatuh.
Jatuh pada lansia bisa mengakibatkan patah tulang hingga robeknya pembuluh darah dan pendarahan. Beberapa latihan yang bisa dilakukan antara lain tai chi dan senam poco-poco.*** (ymr)
Foto ilustrasi Pixabay
Simak artikel lain:
- Senam Lansia, Apa Manfaatnya?
- Olahraga Ini Turunkan Risiko Jatuh pada Lansia
- 6 Olahraga untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Olahraga Apa yang Cocok untuk Lansia
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri