Depresi pada Lansia Sering Tersembunyi, Ini Tanda-Tandanya


Masalahnya, depresi pada lansia sering muncul dengan cara yang berbeda sehingga mudah terlewatkan.

2026-06-25T08:55

GERIATRI.CO.ID - Pada orang yang lebih muda, depresi sering ditandai dengan kesedihan yang jelas. Namun pada lanjut usia (lansia), gejalanya bisa lebih samar. Sebagian lansia justru tidak mengeluh sedih, melainkan merasa lelah, kehilangan semangat, atau sering mengeluhkan kondisi fisik.

Selain itu, lansia kadang enggan bercerita karena tidak ingin merepotkan keluarga atau menganggap perasaannya adalah bagian biasa dari bertambahnya usia.

Banyak orang menganggap perubahan suasana hati pada lansia sebagai hal yang wajar karena faktor usia. Padahal, depresi bukan bagian normal dari proses penuaan. Masalahnya, depresi pada lansia sering muncul dengan cara yang berbeda sehingga mudah terlewatkan.

Depresi pada lansia sering tersembunyi di balik keluhan fisik atau perubahan perilaku. Dikutip dari National Institute on Aging (NIA) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut tanda-tanda depresi pada lansia yang harus diperhatikan:

  • Kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukai
  • Perubahan pola tidur
  • Nafsu makan menurun atau meningkat drastis
  • Mudah lelah dan tidak bertenaga
  • Lebih sering mengeluh sakit
  • Menarik diri dari keluarga dan lingkungan
  • Mudah tersinggung atau marah
  • Merasa tidak berharga atau menjadi beban
  • Sulit berkonsentrasi dan mudah lupa

Menurut NIA, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko depresi pada lansia meliputi:

  • Kehilangan pasangan hidup atau orang terdekat
  • Penyakit kronis seperti stroke, penyakit jantung, kanker, atau diabetes
  • Penurunan kemampuan fisik dan kemandirian
  • Kesepian dan isolasi sosial
  • Stres berkepanjangan
  • Gangguan tidur
  • Efek obat-obatan tertentu atau kondisi medis tertentu

World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa depresi umumnya ditandai oleh gejala yang berlangsung hampir setiap hari selama sedikitnya dua minggu. Jika lansia mengalami gejala-gejala tersebut hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. 

Terlebih jika muncul perasaan putus asa, keinginan untuk menyerah, atau pikiran untuk mengakhiri hidup, bantuan profesional perlu segera dicari. Penanganan depresi dapat berupa konseling, terapi psikologis, dukungan sosial, perubahan gaya hidup, hingga pengobatan sesuai anjuran dokter. (lia)

depresi,depresi lansia,lansia,merawat lansia

ARTIKEL LAINNYA

Jepang Rekrut Atlet dan Binaragawan untuk Merawat Lansia

Memahami "Keributan" Suami-Istri di Usia Lansia

Semangka Juga Jadi "Penyelamat" Dehidrasi Tersembunyi pada Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026