Lansia Gemar Pakai Koyo? Perhatikan Aturan Aman Ini Agar Kulit Tidak Melepuh


Peringatan Penting: Jangan Gunakan Koyo Bersamaan dengan Alat Pemanas.

2026-06-19T11:15

Geriatri - Bagi masyarakat Indonesia, koyo seolah menjadi pertolongan pertama yang wajib ada saat tubuh terasa pegal, linu, atau nyeri sendi. Sensasi hangat hingga panas yang dihantarkan oleh koyo memang ampuh memberikan efek relaksasi yang cepat, termasuk bagi para lansia.

Namun, tahukah Anda? Kulit lansia mengalami penuaan (aging skin) yang membuatnya menjadi lebih tipis, berkurang elastisitasnya, dan lebih sensitif. Oleh karena itu, menempelkan koyo pada lansia tidak boleh asal-asalan.

Berikut adalah panduan aman penggunaan koyo pada lansia agar manfaatnya maksimal tanpa merusak kulit.

1. Pilih Jenis Koyo yang Tepat

Koyo di pasaran umumnya dibagi menjadi dua jenis berdasarkan sensasi rasa yang dihasilkan:

  • Koyo Hangat (Sensasi Dingin lalu Hangat): Biasanya mengandung menthol atau camphor. Cocok untuk meredakan nyeri otot ringan atau memar yang masih baru.
  • Koyo Panas: Biasanya mengandung capsaicin (zat ekstrak cabai). Jenis ini memberikan rasa panas yang kuat dan bertahan lama, cocok untuk nyeri kronis seperti radang sendi.

Catatan untuk Lansia: Pilih kadar panas yang paling ringan terlebih dahulu untuk mengetes reaksi kulit lansia.

2. Aturan Aman Menempelkan Koyo pada Lansia

Agar kulit Oma dan Opa tidak iritasi, terapkan beberapa langkah berikut:

  • Pastikan Kulit Bersih dan Kering: Bersihkan area yang nyeri dari minyak, losion, atau keringat sebelum ditempel koyo agar daya rekatnya maksimal dan tidak memicu bakteri.
  • Hindari Area Kulit yang Terluka: Jangan sekali-kali menempelkan koyo di atas kulit yang sedang luka terbuka, lecet, terkelupas, atau area yang mengalami eksim/ruam.
  • Jangan Ditempel Terlalu Lama: Baca petunjuk kemasan. Umumnya, koyo tidak boleh ditempel lebih dari 8 hingga 12 jam. Segera lepas jika lansia mulai mengeluh rasa panas yang menyengat atau gatal.
  • Beri Jeda Waktu: Jangan langsung menempelkan koyo baru di area yang sama persis setelah koyo lama dilepas. Biarkan kulit "bernafas" minimal beberapa jam atau satu hari.

3. Bahaya yang Harus Diwaspadai (Efek Samping)

Peringatan Penting: Jangan Gunakan Koyo Bersamaan dengan Alat Pemanas! Memakai koyo lalu ditimpa lagi dengan bantal pemanas (heating pad) atau botol berisi air panas sangat berbahaya bagi lansia. Kombinasi ini bisa menyebabkan luka bakar kimia atau lepuhan serius pada kulit lansia yang tipis.

Beberapa gejala iritasi koyo pada lansia yang harus segera ditangani:

  • Kulit berubah menjadi sangat merah atau hitam keunguan.
  • Muncul sensasi seperti terbakar yang menyiksa.
  • Kulit melepuh atau berair.

Jika kondisi ini terjadi, segera lepas koyo secara perlahan, bersihkan sisa perekat dengan minyak kelapa atau baby oil, dan kompres dingin. Jangan ragu bawa ke dokter jika luka lepuh meluas.

Tips Trik Melepas Koyo Tanpa Rasa Sakit

Kulit lansia yang rapuh bisa ikut terkelupas jika koyo ditarik secara paksa. Untuk menghindari rasa sakit, oleskan sedikit minyak kayu putih, baby oil, atau air hangat di atas koyo dan pinggirannya. Diamkan beberapa saat hingga perekatnya melunak, lalu tarik koyo secara perlahan searah pertumbuhan rambut.
 

koto,balsem,berita lansia,lansia sehat,waru-g

ARTIKEL LAINNYA

Saat Pelayanan Haji Berubah Menjadi Bakti Anak Kepada Orang Tua

Anggaran Terbatas, Bantuan Lansia dan Disabilitas Terancam Tak Terakomodasi

Menua Sehat dan Bermartabat, Upaya Kemenkes untuk Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026