
Geriatri - Bagi masyarakat Indonesia, koyo seolah menjadi pertolongan pertama yang wajib ada saat tubuh terasa pegal, linu, atau nyeri sendi. Sensasi hangat hingga panas yang dihantarkan oleh koyo memang ampuh memberikan efek relaksasi yang cepat, termasuk bagi para lansia.
Namun, tahukah Anda? Kulit lansia mengalami penuaan (aging skin) yang membuatnya menjadi lebih tipis, berkurang elastisitasnya, dan lebih sensitif. Oleh karena itu, menempelkan koyo pada lansia tidak boleh asal-asalan.
Berikut adalah panduan aman penggunaan koyo pada lansia agar manfaatnya maksimal tanpa merusak kulit.
1. Pilih Jenis Koyo yang Tepat
Koyo di pasaran umumnya dibagi menjadi dua jenis berdasarkan sensasi rasa yang dihasilkan:
Catatan untuk Lansia: Pilih kadar panas yang paling ringan terlebih dahulu untuk mengetes reaksi kulit lansia.
2. Aturan Aman Menempelkan Koyo pada Lansia
Agar kulit Oma dan Opa tidak iritasi, terapkan beberapa langkah berikut:
3. Bahaya yang Harus Diwaspadai (Efek Samping)
Peringatan Penting: Jangan Gunakan Koyo Bersamaan dengan Alat Pemanas! Memakai koyo lalu ditimpa lagi dengan bantal pemanas (heating pad) atau botol berisi air panas sangat berbahaya bagi lansia. Kombinasi ini bisa menyebabkan luka bakar kimia atau lepuhan serius pada kulit lansia yang tipis.
Beberapa gejala iritasi koyo pada lansia yang harus segera ditangani:
Jika kondisi ini terjadi, segera lepas koyo secara perlahan, bersihkan sisa perekat dengan minyak kelapa atau baby oil, dan kompres dingin. Jangan ragu bawa ke dokter jika luka lepuh meluas.
Tips Trik Melepas Koyo Tanpa Rasa Sakit
Kulit lansia yang rapuh bisa ikut terkelupas jika koyo ditarik secara paksa. Untuk menghindari rasa sakit, oleskan sedikit minyak kayu putih, baby oil, atau air hangat di atas koyo dan pinggirannya. Diamkan beberapa saat hingga perekatnya melunak, lalu tarik koyo secara perlahan searah pertumbuhan rambut.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri