Senam Nusantara dan Jalan Cepat untuk Lansia Penderita Hipertensi


Berita Lansia - Senam Nusantara dan olahraga jalan cepat baik untuk menurunkan tekanan darah pada lanjut usia (lansia) penderita hipertensi.

2020-03-02 09:07:23

Geriatri.id - Kegiatan olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, antara lain meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah.

Sebuah studi di Denpasar Bali menunjukkan bahwa Senam Nusantara dan olahraga jalan cepat baik untuk menurunkan tekanan darah pada lanjut usia (lansia) penderita hipertensi.

Penelitian dilakukan oleh Mauritius Septa Kristiawan dan I Nyoman Adiputra dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali. Penelitian ini dilakukan di Lapangan Renon Denpasar pada Juni sampai Agustus  2015.

(Baca juga: Tips Gerakan Senam Lansia.)

Peneliti memilih 77 lansia yang   menderita hipertensi dan riwayat penyakit lain yang melakukan olah raga di Lapangan Renon.

“Olahraga senam dan jalan cepat efektif menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi dan perlu upaya untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai manfaat olahraga,” tulis peneliti yang dimuat dalam Jurnal Media, Mei 2019.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa olahraga Senam Satria Nusantara dan jalan cepat menurunkan tekanan darah lansia dengan  hipertensi  ringan-sedang jika dilakukan secara teratur dalam waktu yang cukup lama.

Lansia berisiko mengalami hipertensi seiring bertambahnya usia dan menurunnya fungsi tubuh, seperti jantung. 

Semakin bertambahnya umur seseorang,  denyut  jantung  maksimum  dan fungsi lain dari jantung berangsur-angsur menurun.

Tekanan darah pun akan naik secara bertahap sehingga dapat menyebabkan terjadinya hipertensi pada lansia.

Hipertensi  adalah terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan  diastolik sedikitnya 90 mmHg2.


Menurut WHO tekanan darah normal bagi setiap orang adalah 120/80 mmHg.

Masalah hipertensi di Indonesia cenderung  mengalami  peningkatan. Hasil Survey Kesehatan  Rumah   tangga   (SKRT) 2001 menunjukkan  bahwa  8,3% penduduk  menderita hipertensi dan mengalami   peningkatan   menjadi 27,5% pada tahun 2004.

Penelitian epidemiologi menunjukan bahwa hipertensi berkaitan dengan morbiditas dan mortalitas penyakit jantung dan pembuluh darah.

Hipertensi juga kerap disebut penyakit  tidak menular yang paling mematikan atau the  silence killer.

Jika penyakit ini tidak ditangani, maka dapat menimbulkan stroke, serangan jantung, kebutaan dan gangguan ginjal.***(ymr)

Foto ilustrasi Pixabay

Simak artikel lain:
- Senam Lansia, Apa Manfaatnya?
Olahraga Ini Turunkan Risiko Jatuh pada Lansia
6 Olahraga untuk Usia 50 Tahun ke Atas
Olahraga Apa yang Cocok untuk Lansia?

lansia,geriatri,senam lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,berita lansia,lansia online,hipertensi,lansia hipertensi

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026