
Geriatri.id - Kegiatan olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, antara lain meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah.
Sebuah studi di Denpasar Bali menunjukkan bahwa Senam Nusantara dan olahraga jalan cepat baik untuk menurunkan tekanan darah pada lanjut usia (lansia) penderita hipertensi.
Penelitian dilakukan oleh Mauritius Septa Kristiawan dan I Nyoman Adiputra dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali. Penelitian ini dilakukan di Lapangan Renon Denpasar pada Juni sampai Agustus 2015.
(Baca juga: Tips Gerakan Senam Lansia.)
Peneliti memilih 77 lansia yang menderita hipertensi dan riwayat penyakit lain yang melakukan olah raga di Lapangan Renon.
“Olahraga senam dan jalan cepat efektif menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi dan perlu upaya untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai manfaat olahraga,” tulis peneliti yang dimuat dalam Jurnal Media, Mei 2019.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa olahraga Senam Satria Nusantara dan jalan cepat menurunkan tekanan darah lansia dengan hipertensi ringan-sedang jika dilakukan secara teratur dalam waktu yang cukup lama.
Lansia berisiko mengalami hipertensi seiring bertambahnya usia dan menurunnya fungsi tubuh, seperti jantung.
Semakin bertambahnya umur seseorang, denyut jantung maksimum dan fungsi lain dari jantung berangsur-angsur menurun.
Tekanan darah pun akan naik secara bertahap sehingga dapat menyebabkan terjadinya hipertensi pada lansia.
Hipertensi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg2.
Menurut WHO tekanan darah normal bagi setiap orang adalah 120/80 mmHg.
Masalah hipertensi di Indonesia cenderung mengalami peningkatan. Hasil Survey Kesehatan Rumah tangga (SKRT) 2001 menunjukkan bahwa 8,3% penduduk menderita hipertensi dan mengalami peningkatan menjadi 27,5% pada tahun 2004.
Penelitian epidemiologi menunjukan bahwa hipertensi berkaitan dengan morbiditas dan mortalitas penyakit jantung dan pembuluh darah.
Hipertensi juga kerap disebut penyakit tidak menular yang paling mematikan atau the silence killer.
Jika penyakit ini tidak ditangani, maka dapat menimbulkan stroke, serangan jantung, kebutaan dan gangguan ginjal.***(ymr)
Foto ilustrasi Pixabay
Simak artikel lain:
- Senam Lansia, Apa Manfaatnya?
- Olahraga Ini Turunkan Risiko Jatuh pada Lansia
- 6 Olahraga untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Olahraga Apa yang Cocok untuk Lansia?
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri