
Geriatri - Seiring bertambahnya usia, kebutuhan emosional kelompok lanjut usia (lansia) tidak berkurang. Justru pada masa ini mereka semakin membutuhkan perhatian, penghargaan, dan rasa memiliki.
Sayangnya, kesibukan sehari-hari sering membuat anggota keluarga tanpa sadar mengabaikan kebutuhan tersebut. Lantas, apa “bahasa cinta” yang paling bermakna bagi lansia?
Meluangkan Waktu untuk Mendengarkan
Banyak lansia senang bercerita tentang pengalaman hidup, masa muda, atau kenangan bersama keluarga. Meski cerita yang sama mungkin terdengar berulang, mendengarkan dengan penuh perhatian dapat membuat mereka merasa dihargai.
Menanyakan Kabar dengan Tulus
Sebuah pesan singkat atau panggilan telepon untuk menanyakan kabar sering kali memiliki makna besar. Pertanyaan sederhana seperti “Bagaimana kabarnya hari ini?” atau “Sudah makan belum?” dapat membuat lansia merasa diperhatikan.
Sentuhan yang Menenangkan
Pelukan, menggenggam tangan, atau menepuk bahu dengan lembut merupakan bentuk kasih sayang yang sederhana namun bermakna. Sentuhan fisik yang hangat dapat memberikan rasa aman dan kedekatan emosional.
Mengajak Terlibat dalam Aktivitas Keluarga
Lansia sering merasa bahagia ketika tetap dilibatkan dalam kehidupan keluarga. Mengajak mereka berdiskusi, meminta pendapat, atau mengikutsertakan dalam acara keluarga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan bahwa mereka masih dibutuhkan.
Membantu Tanpa Membuat Mereka Merasa Tidak Mampu
Banyak lansia masih ingin mandiri meski kemampuan fisiknya mulai berkurang. Karena itu, bantuan yang diberikan sebaiknya tetap menghormati kemandirian mereka.
Bahasa cinta untuk lansia bukanlah tentang materi atau kemewahan. Yang paling mereka butuhkan sering kali adalah perhatian, waktu, dan kehadiran orang-orang yang mereka cintai.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri