Studi di Indonesia Ungkap Penyebab Kesepian Lansia


Berita Lansia - Bagaimana para lansia mengatasi rasa kesepiannya? Ada beberapa saran dari peneliti.

2020-03-01 11:28:49

Geriatri.id- Kesepian atau merasa sendiri adalah  perasaan kosong atau sunyi yang tidak menyenangkan sehingga dapat menyebabkan penderitaan bagi setiap orang.

Berbagai penelitian telah mengungkapkan bahwa perasaan kesepian dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Beragam studi pun pernah pernah mengulas mengenai penyebab dan cara mengatasi kesepian pada lansia.

Akan tetapi referensi mengenai lansia kesepian itu mayoritas dari luar negeri. (Baca juga: Studi : Lansia Kesepian Berisiko Terkena Penyakit Serius).

Bagaimana di Indonesia? Sebuah penelitian di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto menggali pencetus kesepian pada lansia dan strategi untuk mengatasinya.

Penelitian itu dituangkan dalam jurnal bertajuk “kesepian pada lanjut usia, studi tentang bentuk, faktor pencetus dan strategi koping”.

“Lansia yang mengalami kesepian seringkali merasa jenuh dan bosan dengan hidupnya, sehingga dirinya berharap agar kematian segera datang menjemputnya. Hal itu karena dirinya tidak ingin menyusahkan keluarga dan orang-orang disekitarnya,” demikian peneliti Dyah Siti Septiningsih, Tri Na’imah dalam jurnalnya.

Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai 8 lansia di Purwokerto sebagai narasumber primer dan wawancara keluarga sebagai narasumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian dapat dirasakan oleh lansia laki-laki maupun perempuan.

“Apapun bentuknya, kesepian dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kesehatan dan kesejahteraan mental, penurunan kognitif, peningkatan kebutuhan bantuan dan penggunaan layanan kesehatan, depresi dan sebagainya.”


Kesepian adalah perasaan tersisihkan, terpencil dari orang lain karena merasa berbeda dengan orang lain, tersisih dari kelompoknya, merasa tidak diperhatikan oleh orang-orang disekitarnya, terisolasi dari lingkungan, serta tidak ada seseorang tempat berbagi rasa dan pengalaman.

Kesepian kerap menimbulkan perasaan tidak berdaya, kurang percaya diri, ketergantungan, dan keterlantaran.

Seseorang yang menyatakan dirinya kesepian cenderung menilai dirinya sebagai individu yang tidak berharga, tidak diperhatikan dan tidak dicintai.

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Rasa kesepian akan semakin dirasakan oleh lanjut usia yang sebelumnya adalah seseorang yang aktif dalam berbagai kegiatan yang menghadirkan atau berhubungan dengan orang banyak.

Penelitian juga menemukan terdapatnya kesepian sosial yang ditunjukkan dengan menarik diri (tidak behubungan sosial dengan dunia luar).

Temuan lain adalah, usia lanjut laki-laki lebih tidak merasa kesepian dibanding dengan usia lanjut perempuan.

Laki-laki cenderung untuk mengikuti harapan masyarakat bahwa seharusnya mereka tidak merasa kesepian dibanding wanita.

Peneliti mengajukan saran bagi usia lanjut dan keluarganya untuk melakukan “sesuatu” yang merupakan kunci untuk mengatasi kesepian, yaitu:

1.  Menjalin kontak sosial dengan teman, tetangga. Misalnya aktif dalam berbagai kegiatan sosial, senam, paduan suara, menyalurkan hobi, atau kegiatan keagamaan.

Kegiatan dan keterikatan dalam kelompok akan menghadirkan nuansa kegembiraan pada saat pertemuan berlangsung.

Setidaknya usia lanjut memiliki agenda kapan bisa bertemu dengan teman-teman untuk saling bertukar informasi dan bersendau gurau.


2. Kontak fisik yang tidak dapat dilakukan usia lanjut dapat diganti menggunakan media yang mampu membantunya untuk melakukan kontak sosial misalnya melalui telpon, surat atau e-mail, kiriman lagu lewat radio, atau cara lain yang menjadi penghubung dengan orang lain.

3. Melakukan suatu aktivitas seperti: membaca, menulis, mendengarkan musik, melihat TV, berjalan-jalan, berbelanja, menyiram tanaman, memberi makan binatang peliharan, menyapu, menyanyi, mengatur. buku, membersihkan kamar, dan kegiatan lain.

Kegiatan-kegiatan itu dapat menimbulkan rasa senang dan sibuk sehingga dapat menghalau kesepian.

4. Keluarganya meliputi anak, cucu dan anggota keluarga yang lain memberikan dukungan sosial seperti menunjukkan kepedulian, melakukan kunjungan secara periodik, melibatkan dalam diskusi, serta tidak melakukan kegiatan yang diinterpresikan oleh usia lanjut sebagai mengasingkannya.

Semuanya itu, selain mengurangi rasa kesepian usia lanjut juga memiliki keuntungan lain yaitu memonitor kondisi kesehatan lansia.*** (ymr)

Foto ilustrasi Pixabay

Video Lansia:

lansia,geriatri,kesepian,merawat lansia,lansia sehat,lansia bahagia,lansia online,berita lansia,lansia kesepian

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026